Oleh : Susanti, S.Pd.Si.
Adab adalah sesuatu yang harus lebih didahulukan daripada ilmu.
Apa yang dimaksudkan dengan adab? Adab secara bahasa artinya menerapakan akhlak mulia.
Dengan mempelajari adab maka kita akan mudah mempelajari ilmu. Begitu pentingnya adab hingga Allah SWT menempatkanya sebagai hal yang paling utama. Sebab, kepintaran pun tidak ada artinya apabila seseorang tidak memiliki adab. Ilmu bisa saja menjadi berbahaya bagi pemiliknya dan orang lain karena tidak didampingi dengan adab. Kita juga harus memahami peran penting menanamkan adab pada proses pengembangan karakter peserta didik yang baik, karena di era saat ini adab dan karakter mulai pudar oleh perkembangan zaman. Banyak peserta didik yang mengabaikan betapa pentingnya adab dan karakter dalam dunia pendidikan.
Keterkaitan adab antara guru dan murid dalam dunia pendidikan saat ini cukup memperihatinkan. Dalam beberapa pemberitaan, sering kita menyimak beragam kasus kriminal yang melibatkan guru dan murid. Misalnya, murid memukul guru, guru yang melakukan tindak kekerasan terhadap murid, guru yang dilaporkan murid karena tidak mau diingatkan sholat dan beberapa contoh kriminal lainnya yang ada di dunia pendidikan. Hal tersebut menjadi sangat ironis sekali.
Aspek akhlak, adab atau budi pekerti dalam dunia pendidikan menjadi unsur penting untuk diperhatikan. Bahkan lebih penting dari ilmu itu sendiri. Abu Zakariya An Nabari Rahimahullah mengatakan “ilmu tanpa adab seperti api tanpa kayu bakar, dan adab tanpa ilmu seperti jasad tanpa ruh”. Artinya, murid harus belajar adab dulu sebelum mencari ilmu. Begitu pula guru, harus memiliki adab sebelum menyampaikan ilmu. Keduanya harus disepakati agar tidak terjadi ketimpangan yang mempengaruhi keberkahan dalam proses pendidikan.
Fenomena-fenomena tindakan kriminal dalam pendidikan bukan hal yang asing lagi bagi kita. Apalagi cepatnya persebaran berita-berita tersebut di media internet dan mudah viral. Sementara tidak sedikit juga kita melihat tingkah laku guru di media sosial yang jauh mencerminkan adab yang mestinya menjadi contoh bagi peserta didiknya. Guru tidak lagi malu berjoget, bernyanyi, dan melakukan hal-hal yang di luar fitrahnya sebagai guru, hanya demi kepentingan konten semata. Jika gurunya saja berbuat demikian, lalu bagaimana dengan muridnya. Dalam pepatah jawa guru itu digugu lan ditiru. Apapun yang dilakuakn gurunya akan ditiru oleh anak didiknya. Sehingga, akhlak dan keteladan sangat penting bagi guru. Bukan hanya sebagai pilihan tapi menjadi sebuah keharusan.
Kita semua selalu berharap semoga Allah membimbing ustad ustadzah dan siswa-siswi SDIT Luqman Al Hakim memiliki akhlak dan adab yang mulia. Sehingga ilmu yang dipelajari dari guru-guru kita terdahulu dapat kita berikan kepada murid kita, mendatangkan keberkahan bagi kehidupan nyata. Aamiin.

