You are currently viewing PARENTING DAN FAMILY GATHERING: PENTINGNYA BOUNDING DALAM PENDIDIKAN ANAK PARALEL KELAS I SDIT LUQMAN AL HAKIM YOGYAKARTA

PARENTING DAN FAMILY GATHERING: PENTINGNYA BOUNDING DALAM PENDIDIKAN ANAK PARALEL KELAS I SDIT LUQMAN AL HAKIM YOGYAKARTA

YOGYAKARTA Hari ini, Sabtu, 21 September 2024 merupakan hari istimewa untuk paralel kelas I. Kali ini, paralel kelas I kembali mengadakan Mulia Parenting School (MPS) III dengan bentuk kegiatan yang cukup berbeda. MPS diselenggarakan bersamaan dengan Family Gathering. Kegiatan Family Gathering yang dikemas dengan fun game bertujuan untuk mempererat hubungan antara anak-anak dan orangtuanya.

Pemateri Mulia Parenting School (MPS) III kali ini adalah ust Hermawan, S.Psi. selaku Tim Bimbingan dan Konseling SDIT Luqman Al Hakim. Ustadz Wawan, demikian beliau kerap disapa, merupakan sosok yang dekat dan kerap menangani permasalahan orangtua dan anak. Banyak sekali ragam kasus yang sudah beliau tangani selama bertugas di Esluha. Hal ini pula yang menjadikan pengetahuan beliau semakin mendalam tentang ilmu mendidik anak.

Tema yang diambil MPS III adalah Bounding Orangtua dan Anak, Kunci Keberhasilan Pendidikan Anak. Pengambilan tema tersebut bertujuan agar orangtua menyadari pentingnya menguatkan bounding antara orangtua dan anak  sejak dini. Sehingga mengurangi kemungkinan adanya kasus kurang perhatian dan kasih sayang ayah (fatherless) dan kemungkinan anak kehilangan rasa percaya diri.

Salah satu caranya adalah dengan menyadari bahwa anak kita adalah manusia yang mandiri, sehingga orangtua sebaiknya memperlakukan anak sebagai pribadi yang mandiri tanpa perlu terlalu memanjakannya lagi. Mereka mempunyai dunia sendiri dan memiliki cara untuk menyelesaikan masalah dengan cara mereka. Kita sebagai orangtua sebaiknya hanya berperan sebagai fasilitator untuk mengenalkan dunia yang sebenarnya kepada anak kita.

Sementara itu family gathering yang dilaksanakan setelah MPS menjadi semacam uji coba sejauh mana mereka bisa mempraktekkan kerjasama dan komunikasi antara orangtua-anak. Family Gathering diramaikan dengan lomba yel-yel antar kelas dan lomba foto bersama. Acara tersebut semakin meriah dengan fun game yang membutuhkan kerjasama antara anak dan orangtua. Seru, ramai, dan semakin mempererat hubungan antar orang tua siswa. (EKW)