You are currently viewing POMG DAN MULIA PARENTING SCHOOL (MPS) KELAS I SDIT LUQMAN AL HAKIM YOGYAKARTA

POMG DAN MULIA PARENTING SCHOOL (MPS) KELAS I SDIT LUQMAN AL HAKIM YOGYAKARTA

YOGYAKARTA – “Gunakan gadget sebagai hiburan sekedarnya saja. Manfaatkan sebagai sarana untuk meningkatkan ilmu pengetahuan dan meningkatkan ketrampilan anak.” Ungkap coach Gathut Satrio Winahyu dalam parenting yang digelar kelas I SDIT Luqman Al Hakim Yogyakarta. Acara yang rutin diadakan ini dikemas dalam Mulia Parenting School (MPS) yang digabung dengan Pertemuan Orangtua Murid dan Guru (POMG). Acara MPS dan POMG kali ini diselenggarakan pada hari Sabtu tanggal 11 Januari 2025. Bertempat di Indoor Atas, aula sekolah yang biasa digunakan untuk acara pertemuan.

Acara POMG dimulai pada pukul 09.00 dan diawali dengan sambutan dari kepala sekolah SDIT Luqman Al Hakim Yogyakarta Ustadz Muh. Singgih Nugroho Cahyono, S.Ag. Beliau mengajak orangtua wali siswa untuk bersinergi dengan sekolah dalam mendampingi putra-putrinya. Harapannya semua siswa bisa menjadi anak yang mandiri, memiliki karakter Qurani, dan berprestasi sesuai potensinya masing-masing. Selain itu siswa juga diharapkan memiliki wawasan global serta berkepribadian yang baik. Kepala Sekolah juga mengajak orangtua wali siswa agar lebih intensif dalam mendampingi putra-putrinya untuk membiasakan 7 kebiasaan anak hebat yang dicanangkan pemerintah.

Setelah itu acara dilanjutkan dengan penyampaian informasi kelas I yang disampaikan oleh Ustadzah Eram. Disampaikan pula tentang program paralel kelas I selama semester II tahun pelajaran 2024/2025. Seperti persiapan KBM, pelaksanaan sumatif, ekstrakurikuler, kunjungan edukatif, undang tokoh, homevisit serta kegiatan program P5. Ustadzah juga meminta dukungan dari orangtua wali siswa agar dalam melaksanakan program-program sekolah dapat berjalan dengan lancar dan tanpa kendala.

Acara puncaknya adalah parenting bersama coach Gathut Satrio Winahyu. Tema yang diambil kali ini adalah Cara Bijak Penggunaan Gadget Bagi Generasi Alpha. Generasi anak-anak sekarang disebut sebagai generasi Alpha yang sangat rentan terhadap pengaruh gadget. Mereka lebih rentan terhadap paparan pornografi dan banjirnya informasi karena kedekatan generasi ini dengan gadget. Anak-anak ini juga rentan stress akibat banyaknya informasi yang sebenarnya belum saatnya dikonsumsi.

Coach Gathut menyampaikan gadget memang sudah menjadi sebuah kebutuhan yang sulit ditolak karena memang situasi dan kondisi zaman saat ini yang menuntut penggunaan gadget. Oleh karena itu, pendampingan orangtua wali siswa sangat diperlukan untuk siswa yang masih tergolong usia dini ini. Bagi usia siswa kelas I SD gadget sebaiknya digunakan hanya sebagai alat untuk menambah ilmu pengetahuan saja. Sebagai sarana belajar, bukan untuk hiburan yang seringkali justru melenakan.

Coach Gathut menutup pertemuan dengan memberikan nasihat agar setiap saat pendampingan orangtua wali siswa hadir secara fisik dan jiwa untuk anak-anaknya. Semoga dengan demikian, mereka dapat tumbuh sesuai harapan kita. Sesuai visi sekolah yaitu anak yang mandiri, cerdas, berkarakter qurani, berwawasan global. Aamiin. (EKK)