You are currently viewing PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA KELAS III : ASYIK BELAJAR MEWARNAI DI KAIN BERSAMA TEMAN-TEMAN

PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA KELAS III : ASYIK BELAJAR MEWARNAI DI KAIN BERSAMA TEMAN-TEMAN

Pagi itu, Senin 26 Mei 2025 semua siswa kelas III diajak oleh ustad ustadzah untuk berkumpul di Gedung Aula Utara SDIT Luqman Al Hakim Yogyakarta. Kira-kira apa yang akan dilakukan oleh siswa kelas III? Yuk kita simak berita berikut ini!

Setelah melaksanakan sholat duha dan membaca al ma’tsurat di kelas masing-masing, semua siswa kelas III diarahkan untuk berkumpul di Gedung Aula Utara. Setelah mendapatkan singkat, ternyata hari ini kelas III akan kedatangan tamu yang akan mengajari siswa, ustad ustadzah, bahkan wali siswa yang pada hari itu datang ke sekolah untuk sama-sama belajar. Tamu yang datang pada kegiatan hari ini adalah Ibu Rochanah, beliau atau guru di salah satu penggiat seni terutama dalam bidang batik khususnya dengan teknik jumputan atau yang biasa dikenal dengan shibori. Ibu Rochanah pernah diundang juga beberapa tahun yang tahun untuk mengajari siswa SDIT Luqman Al Hakim Yogyakarta dalam belajar mewarnai di kain. Pada kesempatan ini beliau akan mengajari siswa kelas III.

Diawali dengan penjelasan tentang cara mencampurkan warna dasar terlebih dahulu. Karena ini menjadi dasar penentuan warna yang akan diberikan pada media kain. Dari tim paralel kelas III menentukan untuk warna yang digunakan adalah merah dan hitam. Selanjutnya tentang cara membuat motif supaya bisa tercetak di kain setelah pemberian warna. Yang pertama adalah belajar melipat kain yang akan diberi warna. Kain yang digunakan untuk belajar kali ini berjenis kain prima. Kain prima termasuk jenis kain katun dengan kualitas menengah dan banyak dimanfaatkan sebagai bahan dasar membuat batik. Dengan tekstur yang lembut, halus, dan sejuk membuat kain ini lebih mudah dilipat oleh anak-anak. Volume pintalan benang yang lebih renggang sehingga terlihat lebih tipis membuat kain ini mudah dalam menyerap warna. Yang kedua adalah cara mengikat kain yang sudah dilipat. Alat yang digunakan adalah karet. Teknik lipatan juga mempengaruhi motif yang akan tercetak pada kain setelah diberi warna. Tidak hanya satu atau dua karet yang digunakan, namun lebih banyak diikat dengan karet maka motifnya akan terlihat semakin jelas. Yang ketiga adalah teknik mewarnai kain. Kalau biasanya anak-anak mewarnai dengan media kertas, maka pada kegiatan P5 ini media yang digunakan adalah kain yang sudah dilipat dan diikat tadi. Dengan memanfaatkan prinsip kapilaritas atau peristiwa naik atau turunnya zat air melalui pori-pori kain, maka kain yang tadi sudah dilipat dan diikat kemudian dicelupkan secara perlahan ke air yang sudah diberi warna. Lama atau sebentar akan mempengaruhi cepat atau lambatnya warna meresap kedalam kain. Sehingga berpengaruh juga pada motif yang akan tercetak pada kain. Teknik ini bisa disebut dengan teknik jumputan atau dalam bahasa Jepang dikenal dengan shibori.

Tak hanya siswa kelas III yang belajar mewarnai ternyata ustad ustadzah dan beberapa wali siswa dari masing-masing kelas III yang datang membantu pun ikut juga. Ustad ustadzah dan wali siswa pun turut serta dalam praktek kegiatan P5 ini. Setelah melalui proses melipat, mengikat, dan mewarnai kain langkah selanjutnya adalah menjemur dibawah sinar matahari. Hal ini dilakukan supaya warna cepat mengering dan meresap kedalam kain. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 26 Mei 2025 untuk kelas III A dan III B. Dan pada Selasa, 27 Mei 2025 untuk kelas III C dan III D.

Hari selanjutnya, Rabu 28 Mei 2025 kain yang sudah kering setelah dijemur dicuci supaya bersih. Dalam kegiatan pencucian ini dilakukan sebanyak 4 kali. Pencucian pertama kain dimasukkan kedalam air yang diberi cairan cuka. Cairan cuka berfungsi untuk mengikat warna supaya tidak luntur. Kemudian kain dibilas sebanyak 3 kali dengan air bersih yang mengalir. Kegiatan ini cukup meriah dan menyenangkan karena siswa bisa bermain air dan basah basahan. Setelah selesai dicuci kemudian kain dijemur di bawah sinar matahari. Alhamdulilah pada hari itu cuaca cukup terik sehingga membuat kain lebih cepat kering. Dalam kegiatan P5 kali ini siswa belajar mewarnai pada 2 kain yang berbeda ukuran. Kain yang berukuran kecil diberi warna sesuai dengan kreativitas masing-masing anak. Kain yang berukuran besar diberi warna hitam dan merah yang nantinya akan dijahitkan menjadi baju