Yogyakarta, 19 Juni 2025 — SDIT Luqman Al Hakim Yogyakarta menerima kunjungan istimewa dari 20 guru SDIT Luqman Al Hakim Sleman dalam kegiatan studi tiru yang berlangsung hangat dan penuh semangat. Kegiatan ini disambut langsung oleh Kepala Sekolah, serta Wali Kelas 6 SDIT Luqman Al Hakim Yogyakarta.

Studi tiru ini menjadi ajang saling berbagi strategi, pengalaman, dan praktik baik dalam pengelolaan sekolah, khususnya dalam menghadapi Asesmen Standarisasi Pendidikan Daerah (ASPD). Salah satu hal menarik yang dibahas adalah trik dan strategi menghadapi ASPD, mulai dari persiapan akademik hingga penguatan karakter siswa.

Para guru juga mendalami struktur kurikulum yang diterapkan di SDIT Luqman Al Hakim Yogyakarta. Sistem “Semester 1 Tuntas” menjadi salah satu model yang diapresiasi, di mana tiga mata pelajaran utama (Matematika, Bahasa Indonesia, dan IPA) menjadi fokus utama. Sementara itu, di semester II mapel lain disesuaikan intensitasnya apabila target akademik dirasa telah cukup.

Kerja sama erat antara wali murid dan sekolah menjadi kekuatan besar dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Bahkan, pihak guru mengusulkan terbentuknya forum sharing antarsekolah dalam lingkup JSIT dan KYM sebagai bentuk sinergi dan pertukaran wawasan antarlembaga.
Dalam hal penilaian, SDIT Luqman Al Hakim Yogyakarta memilih tidak menyamakan jadwal ujian sekolah dengan dinas, sehingga memiliki ruang lebih fleksibel dalam pengelolaan waktu dan strategi pembelajaran.

Terkait hasil ASPD, khususnya dalam aspek literasi, ditemukan tantangan utama yakni minat baca yang rendah dan lemahnya pemahaman bacaan. Menanggapi hal ini, sekolah telah mengambil langkah konkret berupa:
- KKG Upgrading Mapel: Penguatan kemampuan calistung di seluruh jenjang.
- Program Gerakan Literasi Sekolah (GLS): Diterapkan secara merata di semua kelas.
- Presentasi Buku: Setiap siswa diminta mempresentasikan buku yang dibaca setiap semester per kelas sebagai bentuk implementasi budaya literasi.
Kegiatan studi tiru ini ditutup dengan semangat kolaborasi dan harapan agar seluruh guru dapat saling belajar dan berkembang demi kualitas pendidikan yang lebih baik.

