YOGYAKARTA — Dalam rangka memperkuat kapasitas pendidik dalam menghadapi tantangan pembelajaran abad ke-21, SDIT Luqman Al Hakim Yogyakarta menggelar kegiatan Upgrading Guru dengan tema “Sosialisasi dan Implementasi Pembelajaran Mendalam” pada Sabtu (2/8/2025) bertempat di GOR Atas sekolah.

Sebelum kegiatan, seluruh guru diwajibkan mengisi kuesioner melalui tautan :https://forms.gle/JkcRxXzdaL4eCwLF6
Kuesioner ini akan menjadi dasar evaluasi internal sekaligus bahan pengembangan rencana tindak lanjut di tingkat satuan pendidikan.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh ustadz dan ustadzah dari berbagai unit, meliputi guru kelas, guru mata pelajaran, guru Al-Qur’an, serta guru Bimbingan Konseling. Tujuan utama kegiatan ini adalah membekali para guru dengan pendekatan pembelajaran baru yang lebih bermakna, Kegiatan dimulai pukul 07.00 WIB dengan senam bersama yang dipandu oleh tim guru olahraga. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pembukaan resmi, pembacaan tilawah, Asmaul Husna, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars JSIT.

upgrading kali ini menghadirkan tiga materi pokok yang saling terintegrasi. Materi pertama bertajuk Pola Pikir Bertumbuh (Growth Mindset) disampaikan oleh Wiwik Agustinawati, S.T.. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya membangun keyakinan bahwa kemampuan bisa dikembangkan melalui proses belajar dan usaha terus-menerus.

Materi kedua tentang Pembelajaran Mendalam disampaikan oleh Sumardi, S.Pd., yang juga menjabat sebagai Kepala Sekolah SDIT Luqman Al Hakim. Ia memaparkan bahwa pembelajaran mendalam bertujuan menciptakan pengalaman belajar yang utuh melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga agar peserta didik tak hanya memahami materi, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan nyata.

Sesi ketiga, Inkuiri Kolaboratif, dibawakan oleh Ani Noviyati, S.Pd. Ia menjelaskan bagaimana guru dan siswa dapat terlibat dalam proses pencarian pengetahuan secara kolaboratif, baik dengan teman sejawat maupun komunitas belajar yang lebih luas.

Setiap sesi materi berlangsung dinamis, interaktif, dan partisipatif. Para peserta tampak antusias mengikuti jalannya acara hingga sesi refleksi dan penutupan pada pukul 12.30 WIB.
Selain narasumber dan para peserta, kegiatan ini turut didukung oleh tim panitia dari guru-guru kelas II sebagai petugas acara. Kepala sekolah dan Bidang Kepegawaian turut memantau jalannya kegiatan sebagai bentuk perhatian terhadap pengembangan profesionalisme guru.
Menurut Kepala Sekolah, kegiatan upgrading ini merupakan bagian dari strategi membangun ekosistem pembelajaran yang lebih holistik dan relevan. “Transformasi pendidikan bukan hanya soal kurikulum, tetapi soal mindset dan kemitraan dalam pembelajaran. Guru harus berperan sebagai aktivator, kolaborator, dan pengembang budaya belajar,” tegas Sumardi, S.Pd.
Upgrading ini juga menjadi bekal penting menuju implementasi profil pelajar Pancasila yang menekankan delapan dimensi karakter, termasuk kolaborasi, kreativitas, dan kemandirian.
Melalui upgrading ini, SDIT Luqman Al Hakim Yogyakarta menunjukkan komitmennya dalam membangun pendidikan bermutu yang berpihak pada peserta didik. Dengan guru-guru yang terus belajar dan bertransformasi, sekolah berharap dapat melahirkan generasi Qur’ani yang berkarakter, adaptif, dan siap menyongsong masa depan.

