You are currently viewing Upgrading Guru Qur’an SDIT Luqman Al Hakim Yogyakarta : Training For Trainer  “Manajemen Tahfidz SDIT Agar Capai 10 Juz Saat Lulus”

Upgrading Guru Qur’an SDIT Luqman Al Hakim Yogyakarta : Training For Trainer  “Manajemen Tahfidz SDIT Agar Capai 10 Juz Saat Lulus”

Yogyakarta — Upgrading Guru Karyawan SDIT Luqman Al Hakim dilaksanakan setiap bulan sekali, di pekan pertama pada bulan tersebut. Pada bulan Agustus ini guru Al Qur’an SDIT Luqman Al Hakim Yogyakarta berkesempatan untuk melaksanakan Upgrading khusus dengan materi Manajemen Tahfdiz SDIT Agar Capai 10 Juz Saat Lulus Acara berlangsung pada Sabtu, 3 Agustus 2025, di lingkungan SDIT Luqman Al Hakim Yogyakarta. Sebagai narasumber, hadir Ustadzah Anita Nurussa’adah, S.Gz, Kepala Bidang Pengembangan Pembelajaran Qur’an Konsorsium Yayasan Mulia (PPQ KYM), yang memberikan pembekalan manajerial pembelajaran Al Qur’an berbasis metode TES (Tahfidz Efektif dan Sistematis).

Kegiatan upgrading kali ini memiliki tujuan untuk membekali para guru Al Qur’an dalam mengelola pembelajaran Al Qur’an agar dapat mencapai hafalan 5-10 Juz dengan metode TES yang dikembangkan oleh Bang Jemmi Gumilar sebagai founder dari AEEN Development and Training. Sebelum materi inti disampaikan, Ustadzah Anita memberikan pertanyaan apakah peran  guru Al Qur’an dapat digantikan dengan AI seiring dengan berkembangnya teknologi? Jawabannya ada di gambar berikut ini.

Al Qur’an adalah kitab suci dan Allah lah yang akan menjaganya, sebagaimana dalam firman-Nya  di surat Al Hijr ayat 9 :

اِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَاِنَّا لَهٗ لَحٰفِظُوْنَ

“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Quran, dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya.”

Dalam hal ini bukan teknologi yang akan menjaga keutuhannyam, tetapi dari  manusia-manusia pilihan Allah, baik itu  para syaikh, ulama, para pengajar Al Qur’an, pengahafal Qur’an dan setiap orang yang senantiasa belajar dalam hal ini seluruh stakeholder SDIT Luqman Al Hakim. Karena kami tidak hanya membangun kebiasaan berinteraksi dengan Al Qur’an di lingkungan sekolah saja melainkan juga menggerakkan seluruh keluarga  wali siswa untuk menghidupkan lingkungan yang Qur’ani di dalam keluarga mereka.

Satu yang khas dari metode menghafal Qur’an dengan metode TES ini adalah dari teknik menghafal,dengan istilah B-H-S (Baca-Hafal-Setor). Baca 10 menit utuh ayat yang akan dihafalkan. Kemudian 10 menit berikutnya adalah menghafalkan potongan demi potongan ayatnya dengan tetap menyambungkan dari ayat pertama, lalu 10 menit terakhir untuk menyetorkan hafalan.

 Para peserta tampak antusias mengikuti jalannya acara hingga acara selesai dan penutupan pada pukul 12.30 WIB. Melalui upgrading ini, SDIT Luqman Al Hakim Yogyakarta menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Al Qur’an. Dengan guru-guru yang terus belajar dan bertransformasi, sekolah berharap dapat melahirkan generasi Qur’ani yang berprestasi duniawi dan ukhrawi.