Salam konservasi, Salam Lestari.
Yup, itu adalah jargon yang disampaikan oleh kakak dari Kelompok Konservasi Penyu Mina Raharjo yang ada Pantai Goa Cemara. Hari ini, Kamis, 28 Agustus 2025, siswa siswi kelas 5 dari SDIT Luqman Al Hakim Yogyakarta yang berjumlah 85 anak mengunjungi Pantai Goa Cemara. Tujuan dari kegiatan kunjungan edukatif kelas 5 ini adalah ingin menyampaikan tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan terutama sampah plastik yang masih sering dilakukan oleh siswa siswi baik ketika di sekolah atau di luar sekolah. Selain itu ustad ustadzah juga ingin mengajak siswa siswi kelas 5 untuk melakukan aksi nyata dalam upaya pelestarian makhluk hidup disekitar kita.

Sebelum berangkat siswa kelas 5 berkumpul di Masjid Al Hakim untuk penjelasan informasi tentang kegiatan kunjungan edukatif yang akan dilakukan pada hari ini. Mereka berangkat dari sekolah pada pukul 10.30 WIB menggunakan 4 bus didampingi oleh 11 ustad ustadzah Tim Paralel Kelas 5.
Karena waktu sudah menunjukkan pukul 11.30 WIB maka rombongan memutuskan untuk singgah di Masjid Agung Bantul untuk melaksanakan sholat duhur berjamaah dan makan siang. Alhamdulillah siswa siswi kelas 5 bisa melaksanakan sholat duhur dengan tertib selama disana. Wudhu dengan tertib, masuk masjid juga tertib, bahkan sampai selesai sholat berjamaah semuanya berjalan dengan tertib. Setelah selesai sholat duhur dan makan siang, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Pantai Goa Cemara.

Sesampainya di parkiran Pantai Goa Cemara, siswa siswi kelas 5 diajak untuk menuju Pendopo Rumah Edukasi yang ada di lahan konservasi. Acara dimulai dengan penjelasan secara singkat tentang kegiatan yang akan dilakukan pada kegiatan kunjungan edukatif hari ini. Acara berikutnya siswa siswi membuat poster tentang pelestarian penyu. Semua siswa berlomba untuk membuat poster yang terbaik.

Setelah semua siswa menyelesaikan membuat poster, agenda selanjutnya penjelasan tentang konservasi pelestarian penyu dari Kelompok Mina Raharjo. Penjelasan disampaikan oleh Kak Fajar dan Kak Sigit. Kak Fajar menjelaskan tentang betapa pentingnya menjaga kebersihan lingkungan terutama sampah plastik yang biasanya terbawa sampai ke pantai. Dan ternyata sampah plastik tersebut sering dimakan oleh beberapa makhluk hidup yang tinggal di laut. Maka dari itu Kak Fajar dan teman-teman membentuk Kelompok Mina Raharjo sebagai bentuk upaya pelestarian penyu yang sudah terancam punah. Ada 4 jenis penyu yang sering singgah di Pantai Goa Cemara untuk bertelur, yaitu penyu sisik, penyu lekang, penyu hijau, dan penyu belimbing. Karena penyu hanya menguburkan telur di dalam pasir kemudian ditinggal begitu saja. Sehingga sangat rawan jika telur-telur penyu tersebut dimakan oleh hewan lain atau diambil oleh manusia untuk dijualbelikan. Faktanya dalam sekali bertelur, penyu bisa menghasilkan sekitar 100-150 butir telur.

Setelah penjelasan dari Kak Fajar dan Kak Sigit, siswa siswi kelas 5 melanjutkan kegiatan room tour ke kandang alami dan kandang buatan. Didalam kandang alami, telur-telur penyu yang sudah diambil dari sarang alaminya di kubur lagi didalam pasir seperti sebelumnya. Sementara didalam kandang buatan, telur-telur penyu dimasukkan kedalam mesin tetas buatan untuk membantu supaya telur bisa menetas semua. Karena jika didalam kandang alami yang terkubur pasir, hanya sekitar 70% dari jumlah telur yang menetas. Sementara didalam kandang buatan, telur bisa sampai 95% dari jumlah semua telur. Telur penyu yang menetas berupa penyu kecil yang disebut tukik. Tukik tersebut harus dikembalikan lagi ke pantai supaya berkembang dan bertumbuh sampai menjadi penyu dewasa. Yang mana penyu dewasa nanti akan kembali lagi ke tempat yang sama ketika dia dilahirkan untuk bertelur lagi.

Kemudian siswa siswi kelas 5 diajak kepinggir pantai untuk kegiatan pelepasan tukik. Sebelum pelepasan tukik, semua siswa diminta untuk memberi nama untuk tukiknya dan berdoa supaya tukik-tukik tersebut diberikan kesehatan dan keamanan selama bertahan di alam bebas. Semoga tukik tukik yang dilepaskan oleh siswa siswa kelas 5 SDIT Luqman Al Hakim Yogyakarta hari ini bisa bertahan hidup dan kembali lagi ke Pantai Goa Cemara untuk bertelur lagi. Sehingga pelestarian penyu akan tetap terjaga. Aamiin. (RH)

