Yohyakarta-Selasa, 09 September 2025, Pararel Kelas 3 melaksanakan kegiatan Kunjungan Edukatif ke Bakpia Juara Satoe yang beralamatkan di Jalan Berba – Kalasan, Jebresan, Kalitirto, Kec. Berbah, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam kunjungan ini yang terdiri dari Guru Pendamping, Orang tua, dan Siswa, berangkat dari sekolah pada pukul 08.00 WIB, menggunakan bis, melewati jalan Balerejo menuju Berbah.Sesampainya di lokasi Bakpia Juara Satoe, siswa dikondisikan sejenak, melakukan breafing kegiatan, berfoto per kelas, dan kemudian melakukan pembelajaran dan praktik bersama pemandu. Ada kak Langsing yang memandu berjalannya acara selama kunjungan ini. Siswa diberikan pengantar singkat tentang sejarah asal mula bakpia, bahwa ini adalah makanan yang masuk ke Indonesia dan telah mengalami inovasi serta penyesuaian hingga dapat lebih diterima oleh lidah masyarakat Indonesia.
Hal menariknya adalah Bakpia hadir ke Indonesia dengan isian yang tidak halal, yaitu daging babi. Setelah proses adaptasi oleh masyarakat Indonesia, bakpia dibuat dengan berbagai macam varian rasa, seperti diisi dengan coklat, keju, durian, kacang hijau dan lainnya yang halal, banyak dikonsumsi oleh masyarakat, dan lebih familiar di lidah Indonesia. Di Bakpia Juara Satoe sendiri memiliki kekhasan dalam produknya, dalam hal rasa, selain dari adonan yang gurih, ada varian rasa yang hanya dimiliki oleh Bakpia Juara Satoe, yaitu varian rasa Sambal dengan sensasi pedasnya. Dalam metode produksinya pun Bakpia Juara Satoe telah mencapai 90% menggunakan mesin-mesin canggih, sehingga kualitas produk bisa memiliki standar mutu yang stabil.
Setelah pengenalan seputar Bakpia dan keunggulan di Bakpia Juara Satoe, telah disediakan adonan kulit bakpia dengan tekstur berminyak dan isian yang bertekstur padat untuk praktik siswa sebagai pembelajaran pengenalan pembuatan bakpia. Siswa sangat semangat dan menikmati sesi praktik, kami diajak untuk menggunakan sarung tangan untuk menjaga kualitas makanan, kemudian membagi adonan kulit dan isiannya yang cukup untuk dijadikan 3 porsi bakpia.

“Seru soalnya dengerin cerita-cerita (sejarah) bakpia, dan buatnya bareng-bareng, dan bisa bentuk-bentuk adonannya jadi bentuk kucing, beruang dan kelinci.” Ujar Hadya 3C.
Setelah sesi praktik, siswa ditugaskan untuk membawa bakpia buatannya untuk dibawa ke rumah dan dimasak sendiri, dengan menggunakan Teflon atau Oven. Kemudian siswa melanjutkan tur keliling pabrik produksi bakpia, dari balik kaca transparan kami melihat karyawan yang mengoperasikan mesin pembuatan adonan bakpia, pemrosesan dan pembentukan bakpia, hingga bakpia siap dipanggang. Di dalam ruang produksi, kami melihat seluruh yang masuk ke ruang tersebut menggunakan masker, sarung tangan, dan penutup kepala sebagai standar prosedural dalam produksi.

Setelah sesi tur, kami memasuki outlet penjualan produk Bakpia Juara Satoe. Di sana kami melihat banyak bakpia dengan varian rasa, basah dan kering, juga makanan-minuman selain bakpia, seperti Pai Susu, Wedang Uwuh, Kripik Pisang, Permen Kapas, Coklat, juga ada barang-barang lain, seperti souvenir gantungan kunci dan skincare. Pada sesi belanja di outlet ini, para siswa membeli produk yang dijual sesuai dengan yang diinginkan, dengan berakhirnya sesi belanja ini, kami pulang membawa belanjaan dan hadiah souvenir berupa bakpia isi 15 dengan varian rasa kumbu hitam.(UH)

