You are currently viewing Muqoyyam Al qur’an II

Muqoyyam Al qur’an II

Bangkit Wahai Penjaga Cahaya, Al Qur’an Menantimu

Yogyakarta-TP2Q Wilayah JSIT menyelenggarakan acara Muqoyyam Qur’an yang ke-II special edisi untuk guru-guru Qur’an SIT se-DIY. Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari yaitu pada hari Jum’at – Ahad, 5-7 September 2025 di Komplek Kantor Konsorsium Yayasan Mulia. Tema yang diusung dalam acara ini yaitu Bangkit Wahai Penjaga Cahaya, Al Qur’an Menantimu”.

Kegiatan muqoyyam Al Qur’an dibuka oleh ketua JSIT DIY yang diwakili oleh ustazah Ulfi Fatkhiyah Mahmud, M.Pd. dan dilanjutkan dengan rangkaian kegiatan yang sudah disusun oleh panitia.  Acara ini sangat bermakna, para muwajih yang pakar dalam bidangnya mencarger jiwa setiap peserta. Para pembicara dalam kegiatan tersebut yaitu :

Ustad Abdul Aziz Abdurouf. LC., Al Hafidz

Ustad Riyadusholihin S.Pd.I Al Hafidz

Ustad Nanang Qosim, M.Pd., Al Hafidz

Sesuai dengan temanya, kegiatan ini bertujuan untuk membangkitkan ghirah para jiwa-jiwa mulia penjaga cahaya. Siapakah penjaga cahaya itu? Penjaga cahaya adalah kita semua yang mengaku sebagai pendidik. Kita menjaga pelita-pelita itu agar selalu memancarkan cahayanya menerangi yang ada disekelilingnya. Tugas siapa? Sudah pasti tugas kita semua wahai sang “Mujahid” bukan semata yang berlabel sebagai guru qur’an. Semua guru adalah guru qur’an.  “Stakeholder” pemangku kepentingan sekolah adalah guru Qur’an.

Disini saya sampaikan sedikit nasihat dari gurunda Ustad Abdul Aziz Abdurouf. LC., Al Hafidz, yaitu Pentingnya Islahul Qulub. Guru yang paling berkompeten yaitu yang meng “ Islahul Qulub”. Guru yang men-salihkan hati anak didik. Berawal dari para guru, ketika hati itu baik maka komunikasi dengan manusia akan baik hal ini dalam rangka mensalihkan hati. Islahul Qulub melihat orang lain dengan penghlihatan cinta. Seperti halnya Rasulullah yang selalu memperlakukan manusia dengan hati.

Guru yang mendidik dengan hatinya akan lebih berbobot di mata Allah dan akan terlihat outputnya  karena Allah yang akan membackup nya. Sarana utama dalam membina hati yaitu dengan Al’Qur’an. Jika kita dekat dengan Alqur’an maka Allah akan selalu menjaga. Dalam jiwa manusia yang tidak ada alquran ibarat sebuah rumah yang tak berpenghuni.

Ibarat sebuah baju yang dipakai, kotor lalu di cuci. Itu akan dilakukan secara berulang-ulang begitu juga dengan diri manusia, yang kadang terpapar oleh kotoran-kotoran dan harus dibersihkan dengan tilawah. Yuk, Sesering mungkin kita berinterakssi dengan Al-qur’an karena Al Qur’an mampu menjadi penerag di alam kubur. Tanpa terkecuali sesibuk apapun diri ini “maka jangan sekali-kali membiarkan kehidupan dunia ini memperdayakan kamu “ ( Q.S Fathir : 5)

Itulah begitu pentingnya Islahul Qulub  dalam rangka menjaga kebersamaan. Jangan pernah putus asa bersama Al Qur’an.

اللَّهُمَّ ارْحَمْنَا بِالقُرْءَانِ