You are currently viewing Sinergi dalam Membimbing Masa Akil Baligh

Sinergi dalam Membimbing Masa Akil Baligh

Menyambut tahun pelajaran baru 2026/2027, dengan penuh semangat Paralel Kelas V mengadakan Pertemuan Komite Paralel atau lebi dikenal dengan POMG (Pertemuan Orang Tua Murid dan Guru) pada hari Sabtu, 25 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan tiga atau empat kali dalam satu tahun dengan tujuan untuk menjalin komunikasi dan menjalin sinergi antara sekolah dan orang tua guna mendukung proses pembelajaran anak-anak. Pertemuan kali ini dilakukan di Masjid Al Hakim dan dihadiri oleh orang tua, guru dan juga Kepala Sekolah.

Ustadz Ahmad Fauzan, S.Sos selaku MC memulai acara pukul 08.30 WIB. Beberapa informasi yang disampaikan sekolah kepada orang tua terkait proses pembelajaran di kelas V selama satu semester ke depan, diantaranya: Perkenalan tim pengajar kelas V, sambutan Kepala Sekolah, info program kerja kelas V, info pembelajaran Al Qur’an, dan pembentukan komite kelas dan paralel.

Pertama, Ustadzah Parti Wahyuni, S.Pd selaku Koordinator Paralel kelas V memperkenalkan tim kelas V dan para pengajar mata pelajaran. Dilanjutkan pemaparan program kerja paralel kelas V, beberapa diantaranya yaitu Kunjungan Edukatif (KE), Study Tour, dan Bakti Masjid. Program bakti masjid, biasanya program musiman yaitu dilakukan di bulan Ramadan akan tetapi kali ini kelas V mencoba mengamati, meniru, dan memodifikasi (ATM) program tersebut untuk dipraktikkan secara langsung oleh anak-anak kelas V minimal 1 bulan 1 kali. Kegiatan ini sebagai pembiasaan anak untuk bisa bersosialisasi dengan lingkungannya. Selain itu, study tour juga program unggulan yang hanya ada di kelas V. Program tersebut menjadi program favorit yang dinantikan anak-anak dan program ini sangat membutuhkan kerjasama antara sekolah dan orang tua, sehingga perlu koordinasi yang lebih intens. 

Kedua, yaitu sambutan dari Ustadz Sumardi, S.Pd selaku kepala sekolah. Beliau menyampaikan beberapa hal, diantaranya: Kelas V telah memasuki masa akil baligh, jadi sekolah dan orang tua harus saling bekerja sama dalam membersamai masa tersebut agar bisa terlewati dengan baik. Di kelas V juga ada program study tour yang memiliki 3 (tiga) tujuan: 1. Tadabbur alam; 2. Kebiasaan ibadah saat di perjalanan (safar); 3. Science. Semoga sinergi yang telah terjalin selama empat tahun, bisa berlanjut dengan lebih baik lagi di kelas V.

Ketiga, pemaparan program Al Quran dari Ustadzah Febri Mardhiatus Sa’diyah, S.Sos. Dalam program Al Qur’an dipaparkan hasil capaian anak-anak selama di kelas IV dan target yang harus dicapai di kelas V. Bagi anak-anak di kelas V yang sudah selesai menghafalkan Juz 30 dianjurkan untuk melancarkan atau murajaah sehingga bisa tasmi’ sekali duduk. Selain itu, penekanan perlengkapan pembelajaran Al Qur’an dari masing-masing anak harus dibawa lengkap setiap pembelajaran Al Qur’an. Ustadz/ah juga menjelaskan peran orang tua dalam mendampingi anak belajar di rumah dalam program GemaQu. Hal ini bertujuan untuk membangun kedisiplinan dalam berinteraksi dengan Al Qur’an seperti di sekolah, dan menumbuhkan kebiasaan positif di rumah.

Kegiatan dilanjutkan dengan pembentukan komite kelas dan paralel sebagai jembatan komunikasi antara sekolah dan orang tua. Selain itu, orang tua juga bisa berdiskusi, tanya jawab dan menyampaikan masukan terkait perkembangan anak. Dengan diskusi tersebut, diharapkan terjalin komunikasi dan terjalin kesamaan pemahaman antara sekolah dan orang tua dalam memahami karakter, emosional, dan perkembangan akademik setiap anak sehingga dapat terpantau berkelanjutan, baik di sekolah maupun di rumah. (EMC-Febri)