Oleh: @rochma_yulika
Al-Ummu madrasatul ula, iza adadtaha adadta syaban thayyibal araq”.
Ibu adalah madrasah (sekolah) pertama bagi anaknya. Jika engkau persiapkan ia dengan baik, maka sama halnya engkau persiapkan bangsa yang baik pokok pangkalnya
Dalam QS An Njsa ayat 9
Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar
Ibu merupakan rumah bagi anak sebelum anak itu dilahirkan. Sembilan bulan ibu mengandung, tiada merasa terbebani atau pun lelah menjalani itu semua. Kemudian melahirkan, mengasuh, serta merawat anaknya.
Perjuangan seorang ibu untuk anaknya memang bukanlah hal yang mudah dan tanpa batas. Bahkan nyawa pun menjadi taruhannya. Ibu tidak pernah berhenti memberikan yang terbaik untuk anaknya, memberikan kasih sayang yang tak terhingga untuk anaknya.
Kasih ibu,
kepada beta
tak terhingga sepanjang masa
Hanya memberi,
tak harap kembali,
Bagai sang surya, menyinari dunia.
Dari ibulah seorang anak banyak belajar hal baru dalam hidupnya. Belajar mulai berbicara, belajar cara memakai pakaian sendiri, belajar cara makan, melatih motorik kasar dan halus. Seorang ibu yang ideal menurut pandangan Islam adalah ibu yang mengerti, bagaimana mengajarkan nilai-nilai ketauhidan kepada anaknya ketika masih di dalam kandungan, sampai anak itu lahir seorang ibu harus mengerti bagaimana mendidik anak dengan nilai-nilai keislaman, mengajarkan hal-hal mengenai permasalahan agama. Melatih anak sejak kecil dapat memberikan dampak yang luar biasa bagi seorang anak. Bentuk pembiasaan sejak kecil memberikan dampak kepada anak yaitu memiliki keterampilan serta kepribadian yang baik dan berkualitas, berakhlak mulia, kuat secara fisik dan juga mental.
Ibu yang baik tentunya ibu yang selalu mendoakan anak-anaknya. Ibu yang senantiasa memberikan kasih sayang yang tulus, yang tak pernah lupa akan tanggung jawabnya dalam mengasuh anak. Membentuk kepribadian anak adalah tanggung jawab ibu. Dalam hal ini ibu yang lebih besar perannya dari pada ayah. Ketika anak memasuki masa balig mereka telah memasuki fase yang benar-benar harus diperhitungkan dan atau diperhatikan lebih. Ibu harus memberikan gambaran bahwa pada masa ini anak telah wajib menjalankan kewajiban beragama, menjelaskan tentang batas-batas aurat bagi mereka, menjaga adab Islam terlebih kepada lawan jenis.
Ibu seharusnya tetap menjadi sosok yang terbuka dan friendly kepada anak, mendengarkan ceritanya, membantu dan mengarahkan mereka sehingga mereka tidak jatuh pada hal yang tidak diinginkan. Tidak diragukan lagi betapa pentingnya peran ibu dalam mendidik anak. Terbukti sejak masih gadis ibu telah mempersiapkan dengan membekali diri lewat nilai-nilai kebaikan, supaya menjadi ibu yang baik bagi anak-anak kelak.
Ibu merupakan madrasah pertama yang nanti akan memberikan keteladanan bagi sikap, perilaku, dan kepribadian anak. Jika seorang ibu itu memiliki karakter baik, maka baik pula karakter anaknya. Sebab, secara tidak langsung semua apa yang dilakukan ibu akan menjadi panutan atau sebagai suri teladan bagi anaknya.
Ketika seorang ibu menjalankan kewajiban dan fungsinya dengan baik dalam rumah tangga, bukan tidak mungkin akan melahirkan anak-anak yang saleh-salehah yang kelak menjadi tunas berdirinya masyarakat yang berbakti kepada kedua orang tua, berkualitas, dan berbudi pekerti luhur.
Bekal Menjadi Ibu yang Hebat Agar Terlahir Generasi Bermartabat
- Seorang ibu harus punya aqidah yang lurus. Aqidah ini adalah pondasi dalam menjalani kehidupan serta membawa dirinya sampai pada keselamatan. Mengajarkan tentang keesaan Allah menjadi hal yang tidak bisa diremehkan. Karena hal ini akan menjadi pondasi dalam menjalani kehidupan di dunia ini.Berbekal keimanan dalam mengarungi kehidupan agar bila terjatuh senantiasa mengedepankan kesabaran dan bila meraih karunia akan mengedepankan rasa kesyukuran.
- Melakukan ibadah dengan benar. Ibadah adalah sarana untuk berkomunikasi dengan Sang Maha Pencipta. Ibadah juga berfungsi menguatkan jiwa. Dalam mendidik anak kekuatan hati atau jiwa ini sangat penting karena lekatnya hubungan dengan Sang Khaliq akan memudahkan lekat dengan makhluk Nya terlebih buah hatinya.
- 3. Akrab dengan Al Qur’an.. Al Qur’an adalah pedoman orang yang beriman. Menjadi keharusan bagi seorang ibu yang ingin mendidik anaknya berkualitas maka jangan pernah berlepas dari Al Qur’an. Di dalamnya berisi petunjuk serta solusi setiap masalah kehidupan. Bahkan Al Qur’an lah yang akan menuntun kita dalam segala hal sehingga tak salah arah dalam menuntaskan kewajiban terutama amanah menjadi orang tua. Tugas kita akrab dengan Al Qur’an antara lain: bertilawah, tadabur, menghafal, mengamalkan dan mendakwahkan.
- Akhlak mulia menjadi hal yang utama ketika ingin mendidik generasi mulia. Menjaga diri dengan perilaku terpuji sudah seharusnya. Karena sejak dalam kandungan segala apa yang dilakukan oleh seorang ibu akan mudah ditiru. Bagaimana tidak, sejak bangun tidur hingga tidur lagi anak-anak lebih banyak berinteraksi dengan ibunya. Maka berhati-hati dalam perkataan juga perbuatan bahkan sikap apa pun akan bisa jadi contoh. Itulah yang diistilahkan dengan kalimat bahwa keteladanan adalah kunci pendidikan.
- Memiliki Ilmu yang Memadai. Zaman mengalami banyak perubahan. Sehingga ketika mendidik anak tak bisa hanya teori warisan yang turun temurun. Anak lahir di zamannya. Maka banyak hal yang perlu kita pelajari sehingga mendidik tak cukup dengan alami. Ilmu mendidik anak bisa kita cari dimana-mana. Dari banyak referensi, sebagai orang tua harus mumpuni ketika menghadapi banyak keadaan dari buah hati.
Maka jangan lelah untuk banyak belajar sehingga generasi di belakang kita akan menjadi sosok yang akan bersinar. Harapan ideal atas peran orang tua menjadi orang tua yang hangat, guru yang memikat dan sahabat yang dekat. Sikap yang harus ada antara lain:
1. Pemberian kasih sayang yang tulus.
2. Adanya perhatian yang maksimal.
3. Penerapan sikap disiplin dan tanggung jawab.
Tetap semangat untuk menjadi ibu hebat, segala daya upaya dilakukan agar melahirkan generasi bermartabat yang setiap saat mampu menebar manfaat untuk masyarakat.

