Oleh Tri Sudi Windarti, S.Pd.I
Muharam adalah momentum bagi kita untuk mengambil pelajaran dari makna hijrah. Tidak semata membaca sejarah hijrahnya Rasulullah dari Makkah ke Madinah, namun kita mampu “menghijrahkan diri”.
Makna hijrah, banyak hal yang tersirat didalamnya. Berpindah dari tempat yang lebih aman. Seperti halnya Rasulullah yang berhijrah ke Madinah karena dakwah di Makkah tidaklah aman bagi kaum muslimin kala itu. Pemahaman selama ini bulan Muharam adalah bulan hijrahnya Rasulullah. Di sisi lain penetapan bulan Muharam dalam awal kalender Hijriah adalah beliau Umar bin Khatab r.a. Pada masa Kekhalifahan Umar inilah para sahabat sepakat untuk menggunakan hijrah Nabi Muhammad sebagai titik awal era Islam. Dengan menetapkan hijrah sebagai titik awal, umat Muslim memiliki fondasi yang kuat untuk mengukur waktu dan mengidentifikasi diri mereka sebagai umat Islam.
Dari latar belakang sejarah Rasulullah itu, maka kita bias mengambil itibar (pelajaran). makna Muharam bagi kita yang hidup di era sekarang ini bukan lagi berpindah tempat, namun berpindah dalam bingkai hijratun nafsiah dan hijratul amaliyah.
Hijrah secara spiritual dan intelektual
Hijrah dalam meningkatkan semangat untuk beribadah
Hijrah dari kekufuran
Hijrah dari kebiasaan yang tidak benar
Dalam mengisi perayaan tahun baru hijriyah, tidak sedikit dari kalangan masyarakat mengisi dengan momen-momen yang menarik seperti pentas budaya, event lomba seni islam, festival Muharam dan masih banyak lagi. Apapun kegiatan yang dijalankan, intinya sama untuk menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam. mari kita Bersama -sama untuk berhijrah dalam menata hati,.tidak hanya selesai disini namun tetap istiqomah dalam menjalankan amal kebaikan. Menjadikan momen ini untuk menumbuhkan kembali semangat yang kian samar. Yang pada akhirnya Allah akan meridhoi kita semua dalam meniti jalan dakwah ini.
Selamat tahun baru hijriyah
Semangat dalam beribadah
Jadilah pribadi yang hanya mengharapkan berkah, Bukan karena maisyah

