You are currently viewing Juara Sejak Dalam Pikiran

Juara Sejak Dalam Pikiran

Oleh : Adriani Margani

“Keberhasilan bukanlah milik orang pintar, namun keberhasilan itu adalah milik mereka yang senantiasa berusaha.” – BJ Habibie

Pluit tanda pertandingan selesai terdengar. Senyum bahagia menghiasi wajah tim futsal kelas IIIA. Perjuangan yang tak sia-sia. Tim futsal kelas 3A berhasil mencetak prestasi gemilang.

Prestasi yang diukir tim futsal kelas IIIA pada event Classmeeting Esluha, bukan tanpa perjuangan. Mereka berjuang sejak dalam pikiran. Rival mereka adalah tim tangguh dan kerap kali tak terkalahkan pada sesi latihan.

Namun, sebelum bertanding, doa dan semangat juara yang mereka pupuk sejak dalam pikiran, rupanya menjadi amunisi tersendiri, hingga memengaruhi taktik permainan.

Semua Bisa berprestasi

Jika ada pertanyaan: “Apakah semua orang memiliki kesempatan untuk berprestasi? Jawabnya: “Tentu saja!”

Semua orang memiliki waktu yang sama yaitu 24 jam.

Semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk berprestasi.

Semua orang memiliki kesempatan bersungguh-sungguh berusaha memperbaiki diri yang nantinya akan berpengaruh terhadap kualitas sesuatu yang sedang dikerjakannya.

Yang harus  ditanamkan dalam pikiran adalah kita layak berprestasi. Berusaha dan berdoa sungguh-sungguh agar mampu meraih prestasi yang  diinginkan.

Menjadi Saleh dan Berprestasi

Bapak Prof.Djamaludin Ancok Ph.D., pakar psikologi dan guru besar UGM menyatakan dalam pencapaian prestasi tidak hanya bersifat egois semata. Namun, dalam pandangan Islam motivasi berprestasi adalah sebuah ibadah yang bermuara pada pengabdian kepada Allah semata.

Dengan menanamkan keimanan yang teguh kepada Allah subhanahu wa ta’ala di dalam hati kita, insyaallah prestasi-prestasi lain akan mengekor di belakangnya.

Kita tentu pernah melihat sawah terbentang yang di tumbuhi padi. Nah, ibarat menanam padi, rerumputan akan mengiringi pertumbuhannya. Tanamkan iman di dada, maka prestasi dunia akan mengiringi perjalanan hidup kita kelak.

Sebagai pengingat kita semua, Rasulullah yang lembut hatinya telah berpesan dalam salah satu hadits hasan.

Dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah. Namun, keduanya tetap memiliki kebaikan. Bersemangatlah atas hal-hal yang bermanfaat bagimu. Minta tolonglah pada Allah, jangan engkau lemah. Jika engkau tertimpa suatu musibah, maka janganlah engkau katakan: ‘Seandainya aku lakukan demikian dan demikian.’ Akan tetapi hendaklah kau katakan: ‘Ini sudah jadi takdir Allah. Setiap apa yang telah Dia kehendaki pasti terjadi.’ Karena perkataan law (seandainya) dapat membuka pintu setan.” (HR. Muslim, no. 2664).