You are currently viewing Blue Arrow Strategy:MENAKAR KEMENANGAN

Blue Arrow Strategy:MENAKAR KEMENANGAN

by Ery Masruri

Menang! kiranya kata inilah yang saat sekarang mendominasi pikiran banyak orang indonesia. maklum tahun politik.
pelaku,pendukung, penonton, pengamat dan penikmat kontestasi terus berimajinasi tentang kemenangan.

Dan Imajinasi kemenangan selalu tentang perjuangan, riuhnya perayaan dan murungnya lawan yang terkalahkan.

wajar, karena kemenangan hampir selalu dimaknai sebagai
keberhasilan menumbangkan lawan.
Pertanyaannya siapakah lawan yang harus kita tumbangkan?

Peradaban Primitif, menempatkan hampir setiap orang atau kelompok ‘luar’ sebagai lawan yang dapat mengancam eksistensi dan menghalangi tujuan, sehingga aura pertemuan lebih terasa conflicted, penuh kecurigaan, kewaspadaan dan semangat untuk mengalahkan.

anehnya tafsir primitif ini masih dominan dalam masyarakt modern. Sehingga permainan sepak bola yang sudah dibungkus dengan kata ‘persahabatan’pun masih sering diwarnai dengan perkelahian bukan hanya antar pelaku (pemain)nya tapi antara penontonnya

Bahkan perhelatan yang ditujukan untuk kebaikan bangsa dan dibungkus dengan kata ‘Pesta Demokrasi’ selalu saja diwarnai aksi tak terpuji, fitnah, mengumbar dan mengingkari janji hingga mengakali konstitusi hanya untuk meraih posisi. Jauh dari spirit kolaburasi.

Kenyataan ini tentu sangat memalukan. Karena sesungguhmya manusia diciptakan bukan untuk menjadi lawan yang saling menumbangkan tapi kawan yang saling menompang.
sebagaimana rasululloh bersabda:
“Sebaik baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain”
dan Firman Alloh SWT:
” Berkolaburasilah dalam kebaikan dan Taqwa, dan janganlah beekolaburasi dalam kerburukan dan dosa”

so,
lihat dan tumbangkanlah lawan yang ada dalam diri anda (kesombongan, kedengkian,ketamakan)
& Takarlah kemenangan dengan konstribusi kebaikan, insyaa Alloh menang!

Jogja, 27 Okt 2023.