Oleh : Murwani Suciati, S.Pd.SD
Pernahkan anda merasa bahwa anak-anak tidak mempedulikan kita saat mengajar? Atau banyak anak yang ramai saat kita menerangkan, yang ujung-ujungnya mereka tidak paham apa yang kita sampaikan? Atau celetukan beberapa anak, “ust, bosan ust” tentu kita tidak ingin hal ini terjadi di kelas kita bukan ?
Pada dasarnya parameter keberhasilan pembelajaran adalah adanya penguasaan materi dan perubahan sikap pada diri siswa. Hal ini sangat didukung oleh kenyamanan dan antusiasme belajar siswa di kelas. Seorang guru perlu memikirkan upaya dan kiat-kiat agar pembelajaran di kelas menjadi menyenangkan dan bermakna.
Ada beberapa kiat pengelolaan kelas supaya siswa betah berlama-lama belajar di kelas. Pertama, guru perlu menguasai materi dan variasi penyampaiannya. Seorang guru yang memiliki penguasaan materi yang bagus, akan lebih mampu menguasai kelas. Dimana ia akan terdorong untuk menyampaikan materi secara runtut dan berbagai bahan ajar yang bervariasi sehingga mampu memancing rasa ingin tahu siswa lebih dalam lagi.
Kedua, gunakan metode mengajar yang bervariasi. Seringkali dengan alasan kepraktisan, seorang guru lebih nyaman memilih metode ceramah. Dimana guru membacakan materi yang ada di buku kemudian siswa disuruh mengerjakan soal-soal di buku paket.
Hal ini tentu membosankan siswa dan membuat pelajaran jadi kurang bermakna. Dalam pembelajaran, sebaiknya guru memakai berbagai metode pembelajaran yang bervariasi untuk lebih menarik perhatian siswa dan membantu pemahaman materi yang lebih baik. Misalnya, saat menjelaskan tentang materi ekosistem, guru bisa menayangkan video tentang ekosistem, yang dilanjutkan dengan diskusi kelompok, tanya jawab, presentasi, dan penugasan (mengamati ekosistem di sekitar rumah).
Ketiga, gunakan peraga saat mengajar. Penggunaan peraga dalam pembelajaran dapat meningkatkan interaksi antara guru dengan siswa, dan membuat siswa lebih fokus terhadap materi pelajaran. Peraga pembelajaran tidak harus sesuatu yang mahal, kita dapat mengunakan benda-benda yang ada di lingkungan sekitar, seperti meja kursi di kelas, buku-buku, tanaman di halaman, dan lain-lain.
Keempat, berikan ice breaking/selingan saat KBM. Belajar dari pagi sampai sore tentu akan melelahkan bagi sebagian besar siswa, dan akan sangat membosankan manakala siswa hanya dijejali materi pelajaran tanpa ada selingan.
Nah, seorang guru perlu cerdik menangkap manakala siswa mulai menurun perhatiannya, maka bisa kita beri ice breaking. Ice breaking ini dapat berupa tepuk-tepuk, senam ringan, games interaktif, dan lain-lain. Pemberian ice breaking ini juga perlu memperhatikan minat dan usia siswa, sehingga bisa diterima siswa dengan suka hati. Ice breaking ini kita berikan secukupnya saja, untuk kemudian kembali fokus pada materi pelajaran.
Kelima tidak perlu pelit dengan reward. Guru perlu memberi apresiasi atas hal baik atau prestasi yang dilakukan oleh siswa. Reward ini dapat berupa ucapan pujian lisan seperti wah kamu hebat, kamu pintar sekali, goodjob, dan lain-lain. Bisa juga berupa isyarat anggota tubuh misalnya, acungan jempol, senyuman ataupun hadiah-hadiah baik berupa makanan maupun benda-benda kecil kesukaan anak-anak. Dengan adanya reward ini diharapkan anak akan menjadi lebih semangat dan termotivasi lagi dalam belajar dan berbuat lebih baik.
Terakhir dan tidak kalah pentingnya, bangunlah kedekatan (chemistry) antara guru dengan siswa. Jalinlah rasa kasih sayang, kepercayaan, dan saling menghargai dengan siswa. Murid kita adalah insan manusia yang haus akan rasa kasih sayang dan perhatian, jangan pernah membuat hati mereka terluka atau merasa tidak diperhatikan. Perhatian dan kedekatan kita dengan siswa akan memberikan energi tersendiri pada semangat belajar siswa.
Demikianlah beberapa upaya yang dapat kita lakukan untuk menjadikan pembelajaran lebih bermakna dan menyenangkan. Dengan harapan dapat berpengaruh terhadap meningkatnya prestasi belajar siswa dan menambah semangat belajar siswa. Semoga kita mampu menjadi pendidik yang penuh dedikasi dan inovatif serta mampu menjadi teladan yang baik dan meneladani kebaikan.

