You are currently viewing SEKOLAH ISLAM TERPADU SEBAGAI SALAH SATU SOLUSI TERHADAP TANTANGAN DUNIA PENDIDIKAN MASA KINI

SEKOLAH ISLAM TERPADU SEBAGAI SALAH SATU SOLUSI TERHADAP TANTANGAN DUNIA PENDIDIKAN MASA KINI

Oleh : Endang Rustyaningsih, S.Pd.I.,S.Pd

Pendidikan merupakan salah satu faktor penting dalam penyelenggaraan pembangunan dan tercapainya kemajuan bangsa melalui perannya dalam penciptaan sumber daya manusia yang unggul dan berkualitas. Persepsi terhadap kebutuhan zaman membuat pemerintah dalam perumusan sistem pendidikan cenderung berkiblat pada pendidikan barat yang dianggap lebih mumpuni dalam pemenuhan target pencapaian ilmu dan keterampilan kognitif.

Pendidikan Indonesia saat ini bisa dikatakan menggunakan STEM-centered (Science, Technology, Engineering, Mathematics) dan mulai sedikit mengabaikan aspek humaniora. Pihak-pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pendidikan sepertinya perlu melihat fakta dunia pendidikan lebih luas dari sekadar peringkat dalam penguasaan materi pembelajaran. Kota Palo Alto dan Korea Selatan dapat menjadi dua referensi yang tepat untuk dikaji dalam hal ini. Palo Alto adalah kota yang terletak di Negara Bagian California ini dihuni oleh banyak orang dengan predikat jenius di sektor sains dan teknologi dan salah satu kota dengan penghasilan per kapita penduduk tertinggi di dunia. Di sisi lain, Palo Alto adalah kota dengan angka bunuh diri remaja paling tinggi di dunia. Begitu juga dengan Korea Selatan yang mampu bangkit dari resesi ekonomi melalui pengembangan pendidikan, utilisasi sains dan teknologi serta budaya, namun memiliki angka bunuh diri dan tingkat stres tertinggi di antara negara-negara maju lainnya, terutama pada anak kecil dan remaja akibat beban sekolah dan tantangan pendidikan yang tinggi.

Pembahasan mengenai moral dan kesehatan mental memang tidak bisa dianggap tabu lagi, faktanya siswa sekolah di Indonesia banyak yang mengalami krisis moral dan kesehatan mental, bahkan di kalangan siswa pendidikan dasar. Tantangan yang dihadapi oleh anak-anak saat ini semakin kompleks dan sulit, diantaranya akibat literasi media dan teknologi informasi yang tidak didampingi oleh guru dan orang tua serta belum memahami konten yang baik dan sesuai bagi usianya, selain itu interaksi sosial juga tidak disertai pembekalan akhlak serta pemahaman hak dan kewajiban terhadap sesama. Penyelesaian tantangan-tantangan tersebut tentu saja membutuhkan pendekatan yang tepat.

Prinsip penyelenggaraan pendidikan nasional menjadi penting untuk diselaraskan berdasarkan nilai dan ajaran agama khususnya Islam untuk menghadapi tantangan dunia pendidikan saat ini. Islam memahami dan mendefinisikan pendidikan dari sudut pandang yang lebih komprehensif sebagai sarana mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Aspek keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia harus terintegrasi dalam penyelenggaraan pendidikan. Imam Al Ghazali menekankan bahwa tujuan pendidikan adalah untuk membentuk insan paripurna dengan tujuan hidup di dunia maupun di akhirat. Maka pendidikan seharusnya tidak hanya menghasilkan manusia yang memiliki kemampuan akademik, namun mampu memanfaatkan pengetahuan dan keterampilannya sebagai manifestasi keimanan dengan menjadi makhluk yang berakhlak mulia, bertanggung jawab terhadap dirinya, dan memiliki kepedulian terhadap sesama dan terhadap alam.

Pendidikan harus dipahami secara holistik dan komprehensif sebagai proses memaksimalkan potensi manusia dalam kapasitasnya sebagai rational being (makhluk yang berpikir) dan sentient being (makhluk yang berperasaan) agar ia mampu dan dimampukan oleh lingkungannya untuk memberdayakan dirinya. Tugas memampukan tersebut menjadi tanggung jawab guru di sekolah dan keluarga di rumah. Imam Al Ghazali mendefinisikan guru sebagai orang yang berilmu, beramal, mengajarkan ilmu dan memberi manfaat bagi kehidupan akhirat serta menunjukkan jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Institusi pendidikan berbasis Islam sudah sepatutnya mengintegrasikan definisi tersebut dalam pelaksanaan proses belajar mengajar.

Sekolah Islam Terpadu adalah sekolah yang menyelenggarakan pendidikan dengan memadukan secara integratif nilai dan ajaran Islam dalam kurikulum yang menggunakan pendekatan pembelajaran efektif, optimal dan kooperatif antara guru dengan orang tua, serta masyarakat untuk membina karakter dan kompetisi siswanya.

Sekolah Islam Terpadu memberi sumbangan positif untuk bangsa ini. Salah satunya SDIT Luqman Al Hakim Yogyakarta. Ditengah sekolah yang dibelit dengan berbagai polemik seperti kenakalan remaja, guru yang tidak memberi teladan positif, dan kemajuan teknologi yang membawa dampak buruknya. SIT hadir sebagai jawaban dan pilihan cerdas bagi orang tua untuk pendidikan anak-anaknya dengan menyekolahkan mereka pada institusi pendidikan yang tepat.    

 .