YOGYAKARTA – Pembelajaran Kurikulum Merdeka adalah pembelajaran intrakurikuler yang menggunakan beragam konten agar peserta didik bisa lebih optimal dalam penguatan kompetensi. Selain itu guru juga bisa lebih leluasa dalam menggunakan perangkat pembelajaran, sehingga proses pembelajaran bisa disesuaikan dengan kebutuhan minat dan belajar peserta didik.

Karakteristik Kurikulum Merdeka ada tiga, yaitu penguatan soft skill dan karekter, fokus pada material esensial, pembelajarannya bersifat fleksibel. Salah satu bagian dari Kurikulum Merdeka adalah adanya program kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).
Tahun Pelajaran 2024/2025 semester I, SDIT Luqman Al Hakim Yogyakarta dalam program P5 mengusung tema ”Rekayasa dan Teknologi”. Berkaitan dengan tema tersebut Paralel Kelas VI mengadakan project pembuatan “Komik Digital”.
Kegiatan ini diselenggarakan pada Kamis, 19 September 2024 dengan mengundang tokoh dari lingkungan sekolah sendiri, yaitu Kepala Sekolah SDIT Luqman Al Hakim Ustadz Muh. Singgih Nugroho Cahyono, S. Ag sebagai pembicaranya. Dimana pada kesempatan kali ini, siswa Kelas VI belajar secara langsung membuat komik digital bersama dengan teman-teman dan ustadz ustadzah.

Selain menjabat sebagai kepala sekolah, beliau juga bisa disebut sebagai seorang Komikus/Cergamis yang memiliki keterampilan atau ahli dalam membuat komik dan pengajar ekstrakurikuler komik di sekolah. Cergamis atau yang biasa dikenal komikus adalah seseorang yang ahli dalam membuat komik, mulai dari membuat alur cerita, menentukan tokoh, membuat script dan menggambar visualisasi dari tokoh dalam cerita komik tersebut atau illustrator.
Kegiatan P5 Kelas VI kali ini bertempat di GOR sekolah, dimana seluruh siswa siswi sudah membawa laptop atau tablet masing-masing dari rumah. Seluruh siswa Kelas VI diajarkan praktek secara langsung dalam membuat komik digital mulai dari membuat ide gagasan, menentukan tokoh, alur cerita, dan sebagai illustrator.
Beberapa siswa terlihat masih bingung karena merupakan pengalaman pertama membuat komik dengan perangkat digital dan belum terbiasa. Meskipun demikian, siswa tetap antusias memperhatikan dan mencobanya secara langsung serta mengikuti tahap demi tahap dalam praktek pembuatan komik menggunakan perangkat digital ini. Hal ini menjadi menarik karena siswa Kelas VI bisa membuat cerpen dengan karakter cerita sesuai dengan yang mereka inginkan.

Kegiatan P5 hari ini tidak hanya selesai pada hari ini saja karena alur cerita komik digital yang akan dibuat oleh siswa Kelas VI akan masih dilanjutkan beberapa hari kedepan hingga selesai. Kemudian siswa dibuat menjadi beberapa kelompok kecil untuk mempermudah penyelesaian praktek membuat komik digital ini. Masing-masing kelompok terdiri dari 3 atau 4 siswa dan akan membuat sebuah komik digital karya mereka sendiri, dimana puncaknya akan dipamerkan pada acara Gelar Karya Siswa pada awal bulan Oktober 2024 di dinding lingkungan sekolah. Jangan lupa lihat pameran kami. (FMS)

