YOGYAKARTA – Bertanggungjawab terhadap barang pribadi adalah sebuah hal wajib untuk setiap siswa SDIT Luqman Al Hakim Yogyakarta. Harapan para ustadz dan ustadzah, setelah lulus Pendidikan dasar 6 tahunnya, kemandirian dan tanggung jawab siswa semain bertambah dan siap melanjutkan level Pendidikan selanjutnya. Mulai dari bertanggungjawab terhadap barang-barang yang sederhana di sekitar mereka, seperti seragam, baju olahraga, sandal, sepatu, dan mukena.

Kamis siang itu kegiatan Bina Pribadi Islam (BPI) kelas IV sedikit berbeda dari tema-tema sebelumnya. Jika pada pertemuan biasanya, pembina menyampaikan materi secara lisan dan siswa mendengarkan sambil mencatat. Kali ini ada praktik nyata dari materi yang disampaikan. Sehingga para siswa dapat langsung mempraktikkan dan melihat hasilnya.
Judul besar materi hari ini adalah “Aku Bisa Bertanggungjawab terhadap Barang Pribadiku”. Untuk merealisasikan kegiatan ini, beberapa hari sebelumnya para siswa diminta membawa kemeja dan celana panjang, sedangkan siswi diminta membawa kemeja atau kaos dan mukena.
Berangkat dari fakta yang terlihat sehari-hari terlihatnya sandal berserakan di depan kelas, sepatu yang tidak pada tempatnya, mukena tidak dilipat dengan rapi, seragam olah raga yang asal masuk tas dan pemandangan tak indah lainnya. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran siswa untuk bertanggungjawab terhadap barang-barang pribadi milik mereka.
Mereka berlatih membereskan barang-barang sederhana agar terlihat rapi dan indah. Dimulai dari hal yang sederhana, yakni melipat mukena, kemeja dan celana panjang, diharapkan siswa terbiasa untuk merapikan abrang-barang tersebut setelah dipakai.

Kegiatan melipat baju dan mukena yang merupakan kegiatan inti, tetap didahului dengan pembukaan oleh pembawa acara yang sudah ditunjuk, murojaah surat-surat pendek, memutabaah kegiatan ibadah selama sepekan sebelumnya dan penyampaian materi singkat. Sebelum siswa melakukan kegiatan melipat baju dan mukena, terlebih dahulu diberi contoh oleh masing-masing pembina, bagaimana melipat yang rapi dan indah. Pembina memastikan setiap siswa dapat melihat bagaimana melipat baju, celana panjang dan mukena yang baik dan rapi.
Para siswa telah menyaksikan langsung step by step cara melipat mukena, baju dan atau celana panjang yang didemonstrasikan oleh pembina. Baru kemudian, para siswa praktik mandiri dengan barang-barang bawaan mereka.
Beberapa saat berlalu, para siwa satu persatu telah mencoba mempraktikkan melipat baju, mukena dan atau celana panjangnya. Agar para siswa semakin serius dalam mempelajari hal sederhana ini, setiap pembina menguji siswanya seorang demi seorang. Seru sekali ketika setiap siswa praktik melipat baju dan mukenanya, ternyata tidak semudah yang dibayangkan.
Di kelompok putri, beberapa siswi memiliki mukena berbahan ringan, tipis dan agak sulit dilipat, sehingga butuh usaha ekstra untuk melipat dan masih ditambah memasukkan ke tas khususnya. Dari kegiatan ini, para siswa mulai menyadari, jiika merapikan barang pribadi akan menguntungkan mereka di saat akan menggunakan barang tersebut di lain kesempatan. Di saat baju sudah terlipat dengan rapi, ketika akan memakai mudah dalam pencarian, pun demikian ketika mukena terlipat rapi di dalam tasnya, ketika akan menggunakan juga mukena tidak kusut.
Di akhir pertemuan, pembina kembali menguatkan pentingnya pembiasaan bertanggungjjawab terhadap barang-barang milik pribadi. Memastikan bahwa siswa memahami urgensi dari materi hari ini, akan kembali ke mereka masing-masing. (AN)

