You are currently viewing Bila kenyataan Hadir Tak Selaras dengan Harapan

Bila kenyataan Hadir Tak Selaras dengan Harapan

Oleh: @rochma_yulika

Hidup manusia dari masa ke masa tak ubahnya roda yang berputar.
Tak selalu pada satu posisi dan kondisi.
Adakalanya di atas adakalanya di bawah.
Adakalanya bahagia namun kadang hati dirudung gelisah.

Tak mudah menjalani ujian.
Banyak air mata yang tak bisa dihentikan.
Rasa di dada pun begitu menyesakkan.
Pikiran kalut seolah tak tahu arah tujuan.

Namun berbeda bila dalam jiwanya tertanam keimanan.
Dirinya akan segera berlari menuju Sang Pengatur Kehidupan.
Meminta petunjuk serta pertolongan.
Berjuang sekuat tenaga untuk menjaga ketaqwaan.
Memperbanyak shalat dan hati dipenuhi kesabaran.
Terus menggenapkan keyakinan bahwa jalan keluar sudah disiapkan.
Tinggal menunggu waktu Allah hadirkan keajaiban.

Maka perlu ada beberapa sikap dalam melewatinya agar terwujud apa yang diharapkan. 

1. Menjadi pribadi sabar walau harus belajar karena sabar mudah diucapkan  tapi tak mudah dilakukan. Seperti dijelaskan dalam QS Al Baqarah ayat 45

وَٱسْتَعِينُوا۟ بِٱلصَّبْرِ وَٱلصَّلَوٰةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى ٱلْخَٰشِعِينَ

Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’.

Dengan kesabaran hati lebih tenang dan tak lama lagi kemudahan datang. Tak cukup sabar dalam sikap tapi memperbanyak shalat karena di dalamnya terkandung doa dan harapan. Dan betul-betul menyadari bahwasanya hanya Allah tempat bergantung atas segala yang terjadi dalam hidupnya.

2. Memperbanyak syukur atas banyak nikmat yang pernah dirasakan. 
Ditegaskan oleh Nabi SAW, “Janganlah kalian melihat orang yang di atas kalian, dan lihatlah pada orang yang di bawah kalian karena itu lebih layak agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah atas kalian.” (HR Bukhari dan Muslim).

Dengan syukur bismillah hidup lebih makmur serta menjadi pribadi yang mujur.

3. Husnudzon Billah. Berprasangka baik kepada Allah atas segala yang terjadi dan yakini itu pasti yang terbaik. 

Dalam sebuah hadis qudsi dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda: “Allah berfirman sebagai berikut:”Aku selalu menuruti persangkaan hamba-Ku kepada-Ku. Apabila ia berprasangka baik maka ia akan mendapatkan kebaikan. Adapun bila ia berprasangka buruk kepada-Ku maka dia akan mendapatkan keburukan.” (H.R.Tabrani dan Ibnu Hibban).”

4. Yakin sepenuhnya kepada janji Allah. Janji Allah benar bahkan Allah tak pernah lalai pada hamba Nya. 
Janji Allah dalam Al Qur’an surat Atthalaq ayat 2-3: “Barang siapa bertaqwa Allah beri jalan keluar. Dan Dia (Allah) memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu.”

Wallahul musta’an