You are currently viewing OUTBOUND KELAS I : MELATIH KEBERANIAN DI BAWAH RINDANGNYA KAWASAN EDU GARDEN UGM

OUTBOUND KELAS I : MELATIH KEBERANIAN DI BAWAH RINDANGNYA KAWASAN EDU GARDEN UGM

Yogyakarta-Sabtu, 27 September 2025 murid kelas I masuk ke sekolah. Hari ini merupakan jadwal ekstrakulikuler wajib untuk murid kelas I yaitu outbound. Outbound merupakan kegiatan luar sekolah yang dilakukan di alam terbuka atau outdoor dengan melakukan beberapa simulasi permainan (outbound games) baik secara individu maupun per kelompok. Adapun tujuan dilaksanakan kegiatan outbound sebagai pengembangan personal dan interpersonal, biasanya berupa kemampuan (bakat) atau keterampilan. Hari itu murid kelas I diajak oleh Tim Esluha Outbound didampingi wali kelasnya masing-masing menuju ke Edu Garden yang berada di Kawasan Pusat Inovasi Agro Teknologi (PIAT) UGM yang ada di daerah Berbah, Sleman.

Diawali dengan sholat duha bersama di kelas masing-masing kemudian berbaris dengan tertib menuju ke bus yang sudah siap mengantar anak-anak menuju lokasi. Rombongan kelas I berangkat menuju Edu Garden pada pukul 08.00. Beberapa anak yang rumahnya dekat dengan lokasi outbound ada yang diantar langsung oleh orangtuanya menuju lokasi. Sesampainya di lokasi, murid kelas I dibagi menjadi 12 kelompok kecil. Tas dan botol minum dikumpulkan di pendopo. Diawali dengan berdoa dan lanjutkan pemanasan supaya meminimalisir cedera. Tim Esluha Outbound dibantu oleh wali kelas mendampingi kegiatan outbound kali ini. Setiap kelompok diwajibkan untuk menyelesaikan 4 tantangan yang sudah tersedia. Antara lain pos hafalan al quran, pos lempar bola, pos haling rintang, dan diakhiri dengan pos jembatan dua tali (two line bridge).

Di pos hafalan al quran setiap kelompok diminta mengambil kertas diwadah kemudian membacakan surat yang tertulis di kertas tersebut. Meskipun berkegiatan diluar sekolah, aktivitas membaca al quran tentunya harus tetap dilakukan. Semua kelompok bisa membacakan surat yang tertulis pada kertas yang sudah diambil. Berikutnya di pos lempar bola, setiap kelompok diminta untuk menerima dan melempar bola dengan menggunakan wadah gelas plastik. Semakin banyak bola yang ditangkap maka semakin banyak point yang dikumpulkan. Di pos haling rintang tak kalah serunya dengan dua pos sebelumnya. Di pos haling rintang yang dipandu oleh Ustad Alwanto dan Ustad Faruq, setiap anak dari masing-masing kelompok diminta untuk menyelesaikan tantangan yang sudah dipasang. Dimulai dari berlari, melompat, merayap, berjalan zig zag, dan yang terakhir mengambil bendera yang ada di ujung jaring tali. Semua murid nampak bersemangat dan memberikan dukungan kepada temannya. Di pos terakhir sudah menunggu tantangan jembatan dua tali atau biasa disebut two line bridge. Sebelum menyeberangi jembatan dua tali, setiap murid dipasang pengaman dengan tali webbing pada tubuhnya. Hal ini sudah menjadi kewajiban jika akan melakukan kegiatan yang berkaitan dengan ketinggian.

Dari awal semua murid sudah mengantri dan penasaran dengan tantangan ini. Satu per satu murid menaiki tangga untuk menyeberangi jembatan tali. Disinilah tantangan yang cukup seru untuk anak-anak. Tangan berpegangan pada tali yang berada di atas kepala, kemudian kaki melangkah dengan hati-hati di atas tali. Namun tidak semua anak berani menaiki jembatan dua tali ini. Ada beberapa anak yang melihat jembatan tali sudah merasa takut, bahkan ada juga yang bersembunyi. Meskipun sudah dibujuk oleh wali kelasnya, sang anak tidak mau dan menangis. Bagi setiap anak ini menjadi pengalaman yang tentunya akan berkesan. Menjelang waktu duhur semua kelompok sudah menyelesaikan 4 pos tadi. Semua murid kembali berkumpul di pendopo untuk makan siang dan melaksanakan sholat duhur berjamaah. Ketika makan siang bersama, Kak Lulu selaku pengelola dari Edu Garden PIAT UGM datang membawa minuman dingin hasil olahan dari buah markisa. Semua anak, tim outbound, dan guru pendamping mendapatkan sebotol minuman dingin tersebut. “Wah ternyata buah markisa juga bisa dibuat minuman yang enak seperti ini ya.” ungkap salah satu murid kelas I. Selesainya melaksanakan sholat duhur semua murid menuju ke bus masing-masing dan kembali ke sekolah.