You are currently viewing EKSTRAKURIKULER PESANTREN TAHFIDZ TINGKATKAN SEMANGAT SISWA DALAM MENGHAFAL AL QUR’AN

EKSTRAKURIKULER PESANTREN TAHFIDZ TINGKATKAN SEMANGAT SISWA DALAM MENGHAFAL AL QUR’AN

YOGYAKARTA – Ekstrakurikuler Pesantren Tahfidz merupakan salah satu pilihan yang paling diminati oleh hampir dari seluruh siswa di SDIT Luqman Al Hakim Timoho Yogyakarta. Program unggulan yang menjadi daya tarik tersendiri dari ekstrakurikuler ini adalah setoran hafalan Al Qur’an selama tiga kali dalam sepekan dan disimak oleh Ustadz Ustadzah pengampu.

Pesantren Tahfidz memiliki dua palihan waktu belajar, yaitu pagi hari mulai pukul 05.50-06.50 dan sore hari sepulang sekolah pukul 15.30-16.30 WIB. Tersedianya dua pilihan waktu belajar ini sangat memudahkan para orangtua wali siswa untuk dapat menyesuaikan kesediaan waktunya agar bisa mengantar dan menjemput anaknya yang menjadi peserta Pesantren Tahfidz sesuai jadwal dan tepat waktu.

Hampir setiap siswa dan orangtua wali siswa memiliki alasan tersendiri dalam memilih waktu belajarnya. Misalnya beberapa siswa yang memilih waktu belajar pagi hari karena sekalian ikut diantar orangtuanya yang mau berangkat kerja. Berbeda dengan siswa yang lebih memilih belajar di waktu sore hari sepulang sekolah beberapa diantaranya beralasan karena saat pagi hari cukup sulit mengatur waktu pagi harinya sehingga agar tidak sering terlambat, lebih nyaman dengan waktu belajar sepulang sekolah sekalian menunggu dijemput orangtuanya yang pulang kerja.  

Ekstrakurikuler ini dapat diikuti oleh siswa dari kelas II sampai kelas V dan dibersamai sekitar 14 Ustadz Ustadzah guru pengampu Al Qur’an. Bulan Februari kali ini ada 12 pertemuan pembelajaran Pesantren Tahfidz, dimana setiap pertemuannya berlangsung sekitar 60 menit. Waktu yang sangat cukup jika digunakan untuk murojaah hafalan dan menyetorkan hafalannya ke Ustadz Ustadzah pengampu. Siswa peserta ekstrakurikuler ini biasanya akan diminta untuk menghafal di rumah agar ketika sampai di sekolah sudah tinggal mengulang sebentar saja hafalannya (murojaah) kemudian langsung siap disetorkan.

Sebelumnya nomor orangtua wali siswa peserta ekstrakurikuler Pesantren Tahfidz sudah digabungkan ke dalam satu grup besar khusus wali siswa Pesantren Tahfidz dan satu grup lagi berdasarkan pengelompokkan masing-masing Ustadz Ustadzah. Komunikasi via grup ini sangat memudahkan koordinasi antara pengampu dan orangtua wali siswa. Sehingga alhamdulillah, sejauh ini tidak ada miskomunikasi diantara keduanya. Adapun informasi capaian rutin hafalan siswa peserta Pesantren Tahfidz juga akan dishare di grup kelompok tersebut by name satu per satu setiap siswa. Hal ini tentu saja memberikan kemudahan untuk orangtua wali siswa dalam mendampingi hafalan anak-anaknya saat di rumah dan menyesuaikan jika ada catatan atau pekerjaan rumah (PR) tertentu untuk peserta Pesantren Tahfidz tersebut.

Ekstrakurikuler Pesantren Tahfidz ini juga sangat membantu meningkatan capaian hafalan siswa di luar hafalan pribadi pada saat pembelajaran Al Quran. Semangat berinteraksi dengan Al Qur’an mengalahkan rasa kantuk di pagi hari dan rasa lelah di sore hari sepulang sekolah untuk tetap menghafal ayat demi ayat dari kalam-Nya. Semoga dengan seluruh siswa peserta Pesantren Tahfidz tetap semangat dan istiqomah, Aamiin. (FAS)