Hari Sabtu, 16 Mei 2026, Kelas IV melaksanakan pertemuan orangtua murid dan guru. Dengan tema yang berkaitan dengan digital. Di era yang digitalisasi ini sebagai orangtua harus lebih waspada serta berupaya untuk mengarahkan Ananda agar tidak salah dalam penggunaan gadget.
Acara parenting dimulai dari pembacaan tilawah yang dibacakan oleh Ustad Fauzan. Setelah itu dimulai dengan informasi berkaitan dengan info agenda sekolah, ecoprint, ASAT, kisi-kisi, mengingatkan walimurid untuk tidak membawakan gagdet kesekolah. Informasi tersebut disampaikan oleh Ustadzah Ita selaku kordinator paralel.
Setelah rangkaian pembukaan serta info dari sekolah selanjutnya acara inti yg di sampaikan oleh Muhammad Zia Ul Haq, S.Sn., M.Ds , beliau salah satu alumni dari SDIT Luqman Al hakim Yogyakarta angkatan awal. Beliau menulis tesis yang disederhanakan menjadi buku dengan judul menjaga mata anak kita. beliau menuliskan tesis tersebut dikarenakan menangkap fenomena pornografi yang sangat berbahaya. Beliau juga menulis buku tentang merancang rumah dengan ramah digital bagi anak. Beliau diundang ke SDIT Luqman Al Hakim sebagai narasumber bagaimana membersamai anak di era digital untuk menghasilkan mandiri, kreatif dan produktif.
Ada banyak hal yang harus kita resapi bersama. Anak-anak dilarang menggunakan gadget tapi fungsi pengawasan kurang dijalankan. Ada orangtua yang anaknya tidak ingin kecanduan gadget tapi ketika meminta gadget diberikan begitu saja. Menurut beliau ada beberapa tips untuk membersamai anak di era digital ini.
1. Perbaiki hubungan dengan Allah dan dengarkan anak untuk memahami.
2. Kurangi phone snubbing (kebiasaan mengabaikan orang disekitar) dalam keluarga.
3. opamine detox yaitu dengan cara melakukan aktifitas tanpa layar, atau jika menggunakan layar maka digunakan bersama ayah atau bunda(anak tidak menonton sendirian).
4. Gunakan aplikasi fitur pengawasan orangtua yaitu dengan cara memasang aplikasi google family link, mengaktifkan parental control atau melakukan pemeriksaan aplikasi dan konten yang sering diakses anak.
5. Batasi waktu bermain bersama gadget dengan tujuan yang jelas.
6. Menggunakan alternatif hiburan yang lain seperti bermain board game, olahraga bersama, beli atau sewa konsol game yang hanya digunakan ketika akhir pekan.
7. Membiasakan komunikasi dengan hangat. Cara ini bisa terbilang manjur apabila orangtua mampu mendengarkan sampai selesai. Cara ini bisa membuat anak merasa lebih dihargai dan dipahami. Gunakan bahasa pertanyaan yang terbuka dan tepat.
8. Pertimbangkan penggunaan “dumb phone” . yang terpenting di era masa kini adalah handphone yang bisa digunakan untuk berkomunikasi dan carilah yang harganya terjangkau.
9. Kenalkan coding ke anak atau perbanyak membaca buku cerita dan menceritakan kembali. Kegiatan ini dapat membantu meningkatkan ikatan emosional, dan melatih fokus anak.
10. Main bareng temen diluar tanpa membawa gadget
11. Orangtua juga harus bijak dalam bermedia digital. Karna gelombang algoritmanya sekarang begitu. Bisa tersingkronkan antara punya orangtua dengan anak.
12. Bangun konsistensi atau perjanjian bukan hanya larangan sehingga anak pun mau mendengarkan.
Dan tidak lupa yang terpenting adalah melakukan bonding yang kuat dengan anak. (TH)

