You are currently viewing Bahagia di Dunia, Bersama di Surga: SDIT Luqman Al Hakim Gelar Parenting Ayah Bersama Ustadz Hilmi Firdausi

Bahagia di Dunia, Bersama di Surga: SDIT Luqman Al Hakim Gelar Parenting Ayah Bersama Ustadz Hilmi Firdausi

YOGYAKARTA – Keluarga bukan hanya tempat anak bertumbuh, tetapi juga ruang pertama mereka belajar tentang cinta, keteladanan, iman, dan arah kehidupan. Berangkat dari semangat tersebut, SDIT Luqman Al Hakim Yogyakarta menggelar Parenting Ayah dan Kajian Keluarga bertajuk “Bahagia di Dunia, Bersama di Surga”, Ahad (23/8/2026).

Kegiatan yang menghadirkan Ustadz Hilmi Firdausi, dai nasional dan narasumber sejumlah program televisi, ini akan berlangsung pukul 06.00–08.00 WIB di Masjid UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Kajian tersebut mengangkat pesan bahwa membangun keluarga tidak cukup hanya dengan mengejar kebahagiaan hari ini. Ayah dan ibu juga memiliki tanggung jawab untuk menyiapkan keluarga agar tumbuh dalam nilai-nilai kebaikan, saling menguatkan dalam keimanan, serta bersama-sama mengarahkan buah hati menuju ridha Allah SWT.
“Keluarga adalah tempat pertama belajar cinta, dan surga adalah tujuan kita bersama,” menjadi pesan utama yang diusung dalam kegiatan tersebut.

Ketua Panitia, Nur Adnan, S.Pd., mengatakan kegiatan ini diharapkan menjadi ruang belajar sekaligus refleksi bagi para ayah dan keluarga. Peran ayah dinilai tidak hanya sebatas memenuhi kebutuhan keluarga, tetapi juga hadir sebagai teladan, pendamping, sahabat, dan pengarah bagi tumbuh kembang anak.

Melalui tema “Bahagia di Dunia, Bersama di Surga”, peserta akan diajak melihat kembali bagaimana hubungan antara suami dan istri, kedekatan orang tua dengan anak, serta kehidupan spiritual keluarga dapat dibangun secara selaras.

Parenting ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pendidikan anak tidak hanya berlangsung di sekolah. Rumah justru menjadi madrasah pertama, sementara orang tua merupakan sosok yang paling dekat dalam membentuk kebiasaan, karakter, dan nilai kehidupan anak.

SDIT Luqman Al Hakim Yogyakarta berharap kegiatan tersebut dapat menguatkan kolaborasi antara sekolah dan keluarga dalam membersamai tumbuh kembang anak. Sebab, keberhasilan pendidikan membutuhkan kesamaan arah antara apa yang ditanamkan di sekolah dengan keteladanan yang diperoleh anak di rumah.
Dengan dimulai sejak pagi, kajian ini diharapkan tidak sekadar menjadi agenda parenting, tetapi menjadi momentum bagi para orang tua untuk kembali menata tujuan besar keluarga: membangun rumah yang menghadirkan kebahagiaan di dunia sekaligus menjadi jalan untuk tetap bersama hingga surga.