You are currently viewing Kunjungan Edukatif Kelas II SDIT Luqman Al Hakim Yogyakarta ke Pabrik Handuk Mulfitex Klaten

Kunjungan Edukatif Kelas II SDIT Luqman Al Hakim Yogyakarta ke Pabrik Handuk Mulfitex Klaten

Sebanyak 86 siswa kelas II SDIT Luqman Al Hakim Yogyakarta mengikuti kegiatan kunjungan edukatif ke Pabrik Handuk Mulfitex, Klaten, pada Kamis, 27 Agustus 2026. Kegiatan ini didampingi oleh 11 guru dan bertujuan memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada siswa mengenai proses pembuatan handuk sekaligus menumbuhkan rasa ingin tahu, kreativitas, dan keberanian untuk mencoba.

Kegiatan diawali pada pagi hari di sekolah dengan shalat dhuha berjamaah. Setelah itu, seluruh siswa dan guru pendamping bersiap untuk berangkat menuju Pabrik Handuk Mulfitex, Klaten.

Setibanya di lokasi, rombongan disambut dengan hangat oleh pihak Pabrik Handuk Mulfitex. Para siswa kemudian diarahkan untuk berkumpul di titik kumpul yang berada di lantai 2. Di tempat tersebut, siswa mendapatkan penjelasan mengenai profil pabrik, proses produksi handuk, serta tahapan-tahapan yang dilakukan hingga menghasilkan handuk yang siap digunakan.

Suasana semakin meriah ketika kegiatan diselingi dengan fun-game sederhana. Permainan tersebut menjadi selingan yang menyenangkan sekaligus membuat siswa lebih bersemangat mengikuti rangkaian kegiatan.

Setelah mendapatkan penjelasan, siswa diajak untuk merasakan secara langsung bagaimana proses pembuatan handuk melalui berbagai kegiatan praktik. Para siswa dibagi dan diarahkan untuk mencoba beberapa tahapan, yaitu praktik sablon, praktik tenun, praktik jahit, dan praktik bordir.

Melalui praktik tersebut, siswa tidak hanya melihat proses produksi, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk mencoba sendiri berbagai keterampilan yang berkaitan dengan pembuatan handuk. Kegiatan ini menjadi pengalaman yang menarik bagi siswa karena mereka dapat belajar melalui aktivitas nyata dan merasakan secara langsung rangkaian proses di balik sebuah produk “handuk” yang selama ini mereka gunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Setelah seluruh rangkaian praktik selesai, para siswa kembali berkumpul. Pihak pabrik kembali mengajak siswa mengikuti fun-game, dilanjutkan dengan foto bersama sebagai dokumentasi dan kenang-kenangan kegiatan kunjungan edukatif.

Hal yang semakin membuat siswa antusias adalah ketika masing-masing siswa mendapatkan souvenir berupa handuk yang telah dibordir dengan nama mereka sendiri. Souvenir tersebut menjadi kenang-kenangan istimewa sekaligus pengingat atas pengalaman belajar yang mereka dapatkan di Pabrik Handuk Mulfitex.

Setelah kegiatan di pabrik selesai, siswa menikmati makan siang bersama. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan agenda rekreasi berupa berenang di Janti Park, yang lokasinya berada tepat di samping pabrik. Setelah mengikuti kegiatan edukatif sejak pagi, agenda berenang menjadi penutup yang menyenangkan bagi siswa. Mereka dapat bermain, bersantai, dan menikmati waktu bersama teman-teman dalam suasana yang menyenangkan.

Setelah puas berenang, para siswa mulai membersihkan diri dan berganti pakaian. Selanjutnya, seluruh rombongan mempersiapkan diri untuk melaksanakan shalat dzuhur berjamaah. Dengan tertib, para siswa dan guru melaksanakan salat dzuhur berjamaah sebelum akhirnya bersiap untuk kembali ke Yogyakarta.

Kunjungan edukatif ke Pabrik Handuk Mulfitex menjadi pengalaman yang berkesan bagi siswa kelas II SDIT Luqman Al Hakim Yogyakarta. Selain memperoleh pengetahuan baru tentang proses pembuatan handuk, siswa juga belajar melalui pengalaman langsung, berlatih keterampilan, bekerja sama, mengikuti arahan, serta menikmati kebersamaan bersama teman dan guru.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa, bahwa belajar tidak hanya dilakukan di dalam ruang kelas, tetapi juga dapat dilaksanakan melalui pengamatan, praktik, eksplorasi, dan pengalaman nyata di lingkungan sekitar. Belajar, mencoba, bermain, dan berbagi pengalaman menjadikan kunjungan edukatif ini sebagai salah satu momen belajar yang menyenangkan bagi siswa kelas II SDIT Luqman Al Hakim Yogyakarta. (EMC-Fidi)