Salah satu, misi dalam pelaksanaan BPI adalah terciptanya generasi yang mumpuni tidak hanya dalam hard skills, akan tetapi di bidang soft skills. Murid, yakni memberi bekal untuk kehidupan mereka di tahap pendidikan selanjutnya. Materi soft skills pada pertemuan BPI tahun ini lengkap di kelas 4, 5, maupaun 6 ada semua. Khusus bulan November ini, kemampuan soft skills diberikan di BPI untuk murid-murid kelas 6. Seperti yang sudah disampaikan di atas, pemberian materi soft skills dirasa penting untuk memberi bekal murid-murid di jenjang pendidikan tingkat pertama selanjutnya. Terutama bagi mereka yang akan mengambil jalur sekolah boarding atau kepesantrenan. Dalam kehidupan boarding school, murid dituntut untuk melakukan hampir semua kegiatan secara mandiri, misal, mencuci, menyetrika, melipat baju sendiri, membersihkan kamar, dan merawat diri sendiri. Di akhir jenjang SD ini sangat penting untuk membekali murid dengan kegiatan kemandirian dasar, harapannya, ketika mereka telah memasuki boarding, mereka tidak mengalami culture shock atau jet lag, karena tidak pernah mengerjakan tugas kemandirian di rumah.

Melipat baju, walaupun terlihat sederhana merupakan contoh sempurna dari bagaimana life skills (kecakapan hidup) yang bersifat praktis dan mengandung nilai-nilai yang sangat islami. Dalam hal ini, islam sangat mengedepankan kebersihan dan kerapian. Melipat baju adalah implementasi dari prinsip menjaga keteraturan. Senin, 10 November, seluruh murid kelas 6 membawa baju untuk materi soft skills. Murid putri membawa mukena, dan kaos, sedangkan murid putra membawa kemeja dan celana panjang. Sebelum mereka melakukan praktik melipat baju, ustadz dan ustadzah pembina memberikan penjelasan singkat terkait urgensi hidup rapi dan teratur. Dari segi kerapian (nizham), murid diharapkan dapat menjadikan isi almari rapi dan nyaman dilihat. Hal ini selaras dengan salah satu hadist yakni kebersihan adalah separuh dari iman. Urgensi kedua dari materi ini ialah menjaga harta (hifdzul maal). Pakaian yang dilipat dengan benar menjadikan pakaian tersebut tidak mudah kusut, rusak atapun sobek. Ini adalah bentuk menjaga dan merawat nikmat (pakaian) yang diberikan Allah, serta mencegah pemborosan membeli baju terlalu sering. Manajemen ruang menjadi urgensi melipat pakaian yang ketiga. Pakaian yang terlipat rapi, mencerminkan kemampuan dari manajemen diri yang baik ( secara pengelolaan/ pengaturan).

Dengan demikian, melipat baju bukan sekedar melaksanakan tugas rumah tangga, melainkan sebuah sarana pendidikan life skills yang menanamkan nilai-nilai dasar islami, yaitu amanah, kebersihan, keteraturan, dan kemandirian. Di akhir kegiatan, murid mendengarkan kisah inspiratif tentang salah satu frame kehidupan ummahatul mukminin Aisyah RA yang dikenal sangat rapi dan teliti dalam mengurus rumah tangga. Mengurus pakaian Rasulullah SAW, termasuk menjaganya tetap bersih dan rapi.

