You are currently viewing Belajar Sambil Bertualang, Siswa Kelas VI Nikmati Serunya Kunjungan Edukatif ke Desa Wisata Plosokuning

Belajar Sambil Bertualang, Siswa Kelas VI Nikmati Serunya Kunjungan Edukatif ke Desa Wisata Plosokuning

Yogyakarta-Suasana ceria dan penuh semangat menyelimuti wajah para siswa kelas VI sejak pagi hari. Pada Selasa, 12 Agustus 2025, mereka mengikuti kegiatan kunjungan edukatif ke Desa Wisata Plosokuning, Bangunkerto, Turi, Sleman — sebuah destinasi edukasi yang menyuguhkan perpaduan menarik antara keindahan alam, kekayaan budaya, dan pengalaman belajar luar kelas yang menyenangkan.

Hari dimulai lebih awal dari biasanya. Para siswa telah hadir di sekolah pukul 06.00 WIB untuk mengikuti program BIAR (Bimbingan Fajar) yang perdana dilaksanakan pada hari itu. Kegiatan ini menjadi pengantar yang tepat sebelum petualangan dimulai, menguatkan niat dan semangat belajar mereka.

Setelah BIAR selesai, para siswa bersiap untuk keberangkatan. Sekitar pukul 09.00 WIB, lebih dari 80 siswa, didampingi 9 guru, menaiki bus menuju lokasi kegiatan. Perjalanan memakan waktu kurang lebih 50 menit, ditemani pemandangan alam yang hijau dan udara segar pedesaan Sleman.

Sesampainya di Desa Wisata Plosokuning, rombongan disambut hangat oleh warga setempat dan tim dari AIESEC UGM. Mereka telah menyiapkan pos-pos kegiatan yang dirancang khusus untuk memperkaya wawasan, mengasah keterampilan, dan mempererat kebersamaan antar siswa.

Kegiatan diawali dengan meracik minuman herbal yang terbuat dari jahe, serai, dan buah salak. Selain mengenal manfaat tanaman lokal, siswa juga belajar cara pengolahan minuman sehat khas Nusantara. Selanjutnya siswa diperkenalkan dengan alat musik tradisional gamelan. Mereka tak hanya mendengarkan, tetapi juga mencoba memainkannya, mengenali harmoni nada dalam warisan budaya Indonesia. Di pos selanjutnya, kreativitas siswa diuji melalui pembuatan kerajinan tangan dari daun kelapa muda (janur), para siswa tampak semangat menganyam janur menjadi bentuk yang menyerupai keris.

Tanpa terasa waktu telah memasuki waktu Dzuhur, para siswa rehat sejenak untuk salat berjama’ah selanjutnya makan siang bersama baru kemudian disambung dengan agenda terakhir yang sangat mereka tunggu, yaitu susur sungai. Sungai yang dangkal dan jernih dilalui bersama pemandu, diselingi tawa dan keceriaan yang membekas dalam ingatan.

Kunjungan edukatif ini bukan hanya sekadar perjalanan, tapi juga ruang belajar yang luas. Tempat para siswa bisa menyentuh langsung nilai-nilai kehidupan, merasakan budaya lokal, serta menghargai kekayaan alam Indonesia. Dengan semangat yang menyala dan hati yang gembira, para siswa kembali ke sekolah di sore hari, membawa pulang pengalaman berharga yang tak terlupakan.