Penulis : Humas Esluha

Siswa Kelas IV SDIT Luqman Al Hakim belajar tentang tanaman herbal di Taman Jamu Naturindo, Kulonprogo pada hari Kamis, 2 November 2023. Kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin sekolah yaitu kunjungan edukatif. Secara umum kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan pemanfaatan sumber daya alam di sekitar kita yaitu tanaman rempah dan obat (herbal), sesuai dengan salah satu materi dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di kelas IV.

Mulai dari mengenal berbagai jenis tanaman herbal, cara menanam, memelihara, mengolah sampai mengkonsumsi hasil olahannya berupa minuman jamu semua dipraktekkan anak-anak di Taman Jamu Naturindo. Kegiatan dibuka dengan sambutan dilanjutkan perkenalan dari kakak pendamping dan foto bersama di gerbang serta pembagian kelompok. Kemudian anak-anak diajak berkeliling etalase tanaman herbal (rempah dan obat) sambil dijelaskan berbagai macam jenis dan khasiatnya, kemudian diminta mencicipi minuman jamu di tengah perjalanan mengelilingi etalase. Anak-anak nampak suka dengan rasa dari minuman jamu tersebut bahkan beberapa anak meminta tambah sampai dua hingga tiga kali.

Setelah berkeliling, anak-anak diajak praktik langsung membuat olahan jamu, mulai dari jamu bubuk, mengolah jamu seduh, serta ada pula kelompok anak-anak yang membuat sabun dari tanaman herbal. Kegiatan praktik ini memberikan pengalaman dan pengetahuan baru bagi anak-anak, bahwa tanaman herbal ternyata juga bisa diolah menjadi sabun dan membuktikan pula kalau minuman jamu juga bisa diolah dengan rasa yang enak (tidak pahit). Terakhir, anak-anak diajak menanam tanaman herbal dan mengolah limbah tanaman sisa olahan minuman jamu menjadi pupuk agar dapat bermanfaat kembali untuk tanamannya. Sehingga di Taman Jamu Naturindo, Kulonprogo ini semuanya bisa diolah dan dimanfaarkan.

Koordinator Paralel Kelas IV, Rusli Hasyim mengatakan banyak anak-anak yang sebelumnya mengira bahwa jamu itu pasti baunya tidak enak dan rasanya pun tidak enak atau pahit. Tetapi setelah melihat langsung mulai dari mengenal tanaman herbal (rempah dan obat), menanam, membuat dan mengolah limbah tanaman sisa rempah dari minuman jamu, ternyata rasanya enak dan bisa diterima anak-anak.
“Setelah mencicipi minum jamu, banyak anak-anak yang justru suka dan nambah beberapa kali. Karena jamu yang diproduksi merupakan jamu tradisional yang mudah diterima semua kalangan,” terang Rusli. Sebagai buah tangan, anak-anak juga diizinkan untuk membawa hasil tanaman herbal yang mereka tanam sendiri.

