Siang itu, Rabu, 26 November 2025 setelah istirahat sholat duhur, semua murid kelas V kembali masuk ke kelas masing-masing. Namun alangkah kagetnya mereka ternyata yang masuk kelas saat itu adalah wali kelas masing-masing. “Lho ust, kan jam ini jadwalnya Bahasa Inggris dengan Ustad Singgih.” begitu ucap salah satu murid kelas V putri. Setelah menerima penjelasan dari wali kelas masing-masing, semua murid menjadi paham. Ternyata pada jam itu akan digunakan untuk penjelasan materi tentang kegiatan kokurikuler untuk kelas V. Kegiatan kokurikuler adalah aktivitas pembelajaran tambahan yang bertujuan memperkuat, memperdalam, atau memperkaya materi yang telah dipelajari dalam kegiatan intrakurikuler (di dalam kelas). Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga bertujuan mengembangkan karakter dan keterampilan siswa melalui pengalaman langsung di luar kelas, seperti field trip, kerja bakti, atau proyek sederhana. Nah untuk kelas V pada semester 1 ini dipilih kegiatan pembelajaran di luar kelas yang dikemas dalam agenda field trip berupa kunjung museum. Studi lapangan atau field trip berupa mengunjungi tempat edukasi seperti museum untuk memahami materi pelajaran secara langsung.

Dengan mengambil tema “Murid Siap, Sigap, dan Tanggap Bencana Alam”, maka ditentukan untuk kelas V akan mengunjungi Museum Gunungapi Merapi. Museum yang berada di sebelah utara wilayah DIY ini berfokus pada pendidikan kegunungapian dan kebencanaan geologi lainnya dengan pendekatan rekreatif serta edukatif untuk masyarakat luas dengan tujuan untuk memberikan wawasan dan pemahaman tentang aspek ilmiah, sosial budaya, dan lain-lain yang berkaitan dengan gunung berapi dan sumber kebencanaan geologi. Museum ini juga menjadi pusat layanan informasi kegunungapian dalam upaya mencerdaskan kehidupan masyarakat, serta sebagai media dalam meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat tentang manfaat dan ancaman bahaya letusan gunung berapi serta bencana geologi lainnya.

Diawali dengan menonton video tentang salah satu jenis bencana alam yang ada di Indonesia yaitu gunung berapi. Kemudian difokuskan kepada salah satu kenampakan alam yang ada di wilayah DIY yaitu Gunung Merapi. Dengan sejarah yang cukup panjang, murid kelas V dikenal oleh Gunung Merapi melalui beberapa tayangan video dokumentasi. Dari kegiatan tersebut muncullah beberapa pertanyaan yang menarik dari murid kelas V. “Ustad, mengapa Gunung Merapi bisa meletus ya?”, ucap salah satu murid kelas V putra. Ada juga yang berujar, “Wah itu aku pernah merasakannya waktu kecil, semuanya tertutup abi vulkanik sampai ga bisa kemana-mana.”
Setelah selesai menonton video dokumentasi tersebut, ustad ustadzah kemudian memberika penjelasan tentang bencana alam gunung meletus. Sampai akhirnya semua kelas V menjadi cukup meriah karena ustad ustadzah tim paralel kelas V mengajak semua murid untuk mengunjungi tempat yang berkaitan dengan Gunung Merapi.

Kamis, 27 November 2025, semua siswa kelas V tidak masuk ke kelas masing-masing. Namun berkumpul di masjid bawah untuk melakukan sholat duha dan membaca al ma’tsurat sebelum berangkat melakukan kegiatan kunjung museum. Seperti yang sudah disampaikan pada hari sebelumnya, tempat yang akan dikunjungi adalah Museum Gunungapi Merapi. Berangkatlah rombongan murid dan ustad ustadzah tim paralel kelas V menuju Museum Gunungapi Merapi dengan menggunakan 4 bus. Sesampainya disana, semua rombongan turun dari bus kemudian foto bersama di depan museum. Setelah itu semua murid berbaris sesuai kelasnya masing-masing untuk masuk ke museum dengan tertib. Kegiatan pertama adalah menonton tayangan dokumentasi tentang Gunung Merapi. Dalam ruangan tersebut seperti diajak menonton bioskop dengan suara yang sangat menggelegar. Kemudian dilanjutkan dengan berkeliling museum melihat dokumentasi dan benda-benda yang berkaitan dengan Gunung Merapi. Seperti batu- batuan, foto dokumentasi, alat untuk mengukur gempa, alat untuk pengamatan (teropong), dan masih banyak lainnya. Ada juga peralatan dapur, tangki air, sepeda motor, televisi, lukisan, jendela dan pintu rumah dari korban gunung meletus Gunung Merapi pada tahun 2006 dan 2010. Selanjutnya murid kelas V diajak masuk ke wahana berbentuk bukit dengan melalui sebuah jembatan. Ketika berjalan mengitari bukit itu, murid yang sedang di atas jembatan tiba-tiba kaget bahkan ada juga yang berteriak. “Lho lho jembatannya bergerak ini, tolonggg…. tolonggg….”, teriak salah satu murid putri. Ternyata ketika sedang melintas di atas jembatan tersebut kakak pemandu menyalakan simulasi gempa tektonik seperti ketika Gunung Merapi akan meletus. Setelah selesai berkeliling Museum Gunungapi Merapi kemudian semua murid kelas V beristirahat di halaman museum sambil menikmati jajanan yang dibawa dari rumah maupun yang beli disekitar museum. Pukul 11.00 WIB rombongan murid kelas V dan ustad ustadzah kembali pulang menuju ke SDIT Luqman Al Hakim Yogyakarta.


