YOGYAKARTA – Malam Bina Iman dan Taqwa (MABIT) merupakan salah satu kegiatan ekstrakurikuler di SDIT Luqman Al Hakim Timoho. Kegiatan ini diadakan pada hari Sabtu-Ahad, 24-25 Agustus 2024 di lingkungan sekolah. Kali ini, kelas yang melaksanakan mabit adalah paralel kelas VI dan wajib diikuti oleh semua siswa-siswi kelas VI serta seluruh ustadz ustadzah pendampingnya.

Mabit adalah salah satu sarana tarbiyah untuk membina ruhiyah dan membiasakan fisik untuk beribadah khususnya sholat tahajud atau sholat malam. Selain itu, manfaat dilaksanakannya kegiatan mabit adalah untuk meningkatkan iman dan taqwa siswa siswi kelas VI kepada Allah melalui kegiatan ruhiyah yaitu sholat sunnah tahajud atau sholat malam, tilawah dan juga dzikir. Adapun agenda yang disusun dalam kegiatan mabit paralel kelas VI adalah sebagai berikut:
1. Pembukaan dan membaca Al Ma’tsurat (dzikir petang) bersama
2. Khataman 30 Juz oleh seluruh siswa siswi kelas VI
3.Sholat maghrib dan isya berjama’ah
4.Makan malam bersama
5. Penyampaian materi inti
6. Istirahat tidur malam
7. Sholat malam, sholat subuh berjamaah, dan Al Ma’tsurat
8. Merapikan barang dan persiapan pulang

Adapun materi inti pada kegiatan mabit kali ini mengusung konsep BPI (Bina Pribadi Islam), dimana pada materi yang disampaikan kali ini siswa siswi diajak untuk menceritakan kegiatan sehari-hari mulai dari bangun tidur sampai tidur kembali. Seluruh siswa siswi kelas VI juga diajak untuk mandiri dalam melaksanakan setiap kegiatannya, menceritakan cita-cita, hambatan yang dialami dan mencari solusi dalam menyelesaikan permasalahan yang dialami.

Harapan orangtua wali siswa kelas VI dengan dilaksanakannya kegiatan mabit kali ini, tentu saja berharap agar anak-anaknya bisa lebih mandiri dalam melakukan rutinitas kegiatan sehari-hari. Selain itu, orangtua wali siswa juga memiliki harapan agar anak-anaknya menjadi lebih sholih shalihah dan bertambah keimanannya menjadi lebih kuat dalam melaksanakan kewajiban ibadahnya..
Pada penjelasan materi inti yaitu BPI (Bina Pribadi Islam), beberapa siswa secara tidak langsung mampu mengenali kendala atau permasalahan yang sedang mereka alami dan bisa mencari solusi secara mandiri untuk menyelesaikan permasalahannya tersebut.
Salah satu contoh dari cerita siswi Fulanah, dimana ia memiliki kegiatan yang sangat padat dari hari senin sampai sabtu, selain kegiatan di sekolah dia juga mengikuti beberapa les di luar sekolah dan semua ternyata adalah keinginannya sendiri bukan atas paksaan dari orangtuanya. Meski demikian, terkadang ia juga merasa lelah dan malas ketika melaksanakan kegiatannya tersebut. Namun ia berhasil mengatasi permasalahannya, dimana ia akan membaca buku, menonton dilm dan mendengarkan lagu kesukaannya ketika rasa penatnya melanda. (FAS)

