YOGYAKARTA – SDIT Luqman Al Hakim Yogyakarta sukses menyelenggarakan kegiatan praktik kokurikuler pembuatan kain Shibori bagi seluruh siswa kelas 2A, 2B, dan 2C. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu (11–13 Mei 2026) ini, menjadi sarana edukasi bagi siswa untuk mengenal seni olah kain sekaligus melatih ketelitian sejak dini.
Eksplorasi Teknik dan Pola Warna
Rangkaian kegiatan dimulai pada hari Senin dan Selasa dengan fokus pada pengenalan teknik dasar Shibori. Dibimbing langsung oleh praktisi ahli, para siswa mempelajari berbagai teknik melipat dan mengikat kain untuk menciptakan pola tertentu.
Setelah memahami teori dasar, siswa mempraktikkan proses pewarnaan secara mandiri. Kain-kain yang telah diberi pola warna tersebut kemudian dijemur di bawah sinar matahari pada hari yang sama. Proses penjemuran ini merupakan tahap krusial agar pigmen warna dapat meresap secara optimal dan menyatu dengan serat kain, sehingga menghasilkan warna yang tajam dan tidak mudah pudar.
Tahap Penyelesaian dan Pencucian
Memasuki hari ketiga, Rabu (13/05), agenda kegiatan berlanjut pada tahap pencucian atau finishing. Untuk menjaga kondusivitas dan ketertiban, proses ini dilaksanakan secara bertahap melalui pembagian beberapa shift antar kelas.
Pada tahap ini, para siswa membilas kain mereka untuk menghilangkan sisa residu pewarna hingga bersih. Setelah proses pembilasan selesai, kain kembali dijemur hingga kering sempurna. Melalui tahapan ini, para siswa dapat melihat langsung hasil akhir dari kerja keras dan kesabaran mereka selama dua hari sebelumnya. Setiap kain menampilkan motif unik yang merepresentasikan kreativitas masing-masing individu.
Tujuan Pendidikan Karakter
Selain sebagai implementasi kurikulum seni dan budaya, kegiatan ini juga membawa misi pendidikan karakter. Pihak sekolah berharap melalui praktik ini, siswa dapat mengapresiasi sebuah proses, menumbuhkan rasa percaya diri, serta melatih kemandirian dalam menghasilkan sebuah karya.
Kepuasan tampak jelas di wajah para siswa saat melihat transformasi kain putih polos menjadi kain bermotif indah. Hasil karya ini nantinya akan menjadi dokumentasi kreatif siswa dan diharapkan dapat memotivasi mereka untuk terus mengeksplorasi bakat seni di masa depan. (TH)

