Membangun kebiasaan baik dan kepercayaan diri pada anak membutuhkan pembiasaan yang dilakukan secara konsisten dan pengalaman yang memberi mereka kesempatan untuk mempraktikkannya secara langsung. Hal inilah yang menjadi salah satu fokus kegiatan Malam Bina Iman dan Takwa (Mabit) Kelas V SDIT Luqman Al Hakim Yogyakarta. Kegiatan mabit semester ini dilaksanakan di sekolah dan lingkungan sekitarnya pada Jumat sore hingga Sabtu pagi, 23-24 Oktober 2026.
Kegiatan diawali dengan perlombaan Games Juara 1 untuk menumbuhkan semangat

kebersamaan, sportivitas, dan hubungan yang baik antarsiswa. Acara kemudian dilanjutkan dengan makan malam, salat Maghrib, murajaah bersama, dan salat Isya.
Materi inti sekaligus puncak kegiatan mabit kali ini adalah sesi muhasabah dan refleksi diri. Para siswa berkumpul di lapangan sekolah untuk mempersiapkan diri melakukan perjalanan malam di lingkungan sekitar sekolah. Sesi yang mengangkat tema “Perjalanan Alam Barzakh” ini dipandu oleh Ustadz Muhammad Hermawan, S.Psi.
Setiap siswa membawa hasduk untuk digunakan sebagai penutup mata. Para siswa dibagi menjadi beberapa kelompok, dengan satu orang ditunjuk sebagai ketua kelompok selama perjalanan. Setelah berjalan ke mushola terdekat, para siswa menutup mata dengan hasduk dan berbaris sambil memegang pundak teman di depannya. Kegiatan ini menjadi sarana untuk melatih kekompakan, kepedulian, dan empati, sekaligus menumbuhkan kepercayaan diri serta rasa tanggung jawab dalam kepemimpinannya.
Perjalanan pun dimulai dengan menyusuri jalan komplek warga dan melewati tembok pemakaman. Dengan pendampingan ustadz dan ustadzah di sepanjang rute, siswa dilatih untuk menjaga lisan dan sikap selama perjalanan. Setibanya di depan gerbang sekolah, seluruh siswa diminta menutup mata, termasuk ketua kelompok. Suasana semakin terasa ketika lampu-lampu sekolah dipadamkan, sementara angin malam menemani jalannya sesi muhasabah.
Para siswa kemudian dikumpulkan kembali ke tengah lapangan dengan mata terbuka. Sesi muhasabah pun dimulai. Nasihat demi nasihat disampaikan untuk mengajak mereka merenungi perjalanan hidup, mengingat kesalahan yang pernah dilakukan, serta memperbaiki hubungan dengan Allah, orangtua, guru, dan sesama.

Di bawah gelapnya malam dan cahaya rembulan, lapangan sekolah menjadi saksi isak tangis para siswa yang larut dalam penyesalan dan pertaubatan. Malam itu menjadi momen bagi mereka untuk memohon ampun kepada Allah serta menyadari pentingnya meminta maaf dan memperbaiki diri. Sesi muhasabah ditutup dengan kegiatan saling bermaafan kepada ustadz dan ustadzah secara bergantian.

Menjelang dini hari, para siswa dibangunkan untuk melaksanakan salat Tahajud. Setelah itu, mereka bersiap menyambut waktu salat Subuh. Pada kesempatan ini, siswa putra diberi tantangan untuk melatih keberanian dan kepercayaan diri dengan mengumandangkan adzan Subuh di masjid sekolah dengan inisiatif sendiri, tanpa ditunjuk ustadz maupun diminta oleh teman-temannya. Tantangan sederhana ini menjadi kesempatan siswa untuk belajar mengambil inisiatif, memimpin diri sendiri, dan membangun keberanian sebagai bekal menjadi pemimpin masa depan.
Melalui kegiatan mabit ini, SDIT Luqman Al Hakim Yogyakarta menghadirkan pengalaman yang tidak hanya menjadi kenangan indah bagi para siswa, tetapi juga menjadi bekal dalam membentuk pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, saling menghargai, dan mampu menjadi pelopor kebaikan di mana pun berada. (EMC-Fathima)

