You are currently viewing MABIT PARALEL KELAS VI: BIJAK DALAM MENGGUNAKAN GADGET

MABIT PARALEL KELAS VI: BIJAK DALAM MENGGUNAKAN GADGET

YOGYAKARTA – Hari Sabtu, 9 November 2024 paralel kelas VI kembali melaksanakan kegiatan Mabit (Malam Bina Iman dan Taqwa). Ini adalah mabit yang ke 2 di semester ini. Kegiatan mabit kali ini terlaksana sebagaimana mabit yang sebelumnya, yaitu mulai dengan pembukaan, sambutan dan wejangan dari Ustad Sumardi, S.Pd, Beliau memberikan pengarahan kepada anak-anak bahwa pelaksanaan mabit dilakukan sebagai sarana tarbiyah ruhiyah yaitu menjalankan amalan-amalan yang mengajak anggota badan untuk senantiasa bersujud dan beribadah kepada Allah.

Setelah itu, bersama-sama membaca Al Ma’tsurat dan dilanjut materi Al Qur’an, yaitu anak-anak diminta mencari hukum-hukum bacaan dari potongan ayat yang telah dibaca oleh Ustadzah Dila. Kemudian dilanjut jamaah sholat maghrib, makan malam, jamaah sholat isya’ dan dilanjut materi inti.

Materi inti malam ini, mengusung tema bijak dalam menggunakan gadget, yaitu memberikan pengarahan kepada anak-anak dalam memanfaatkan gadget. Materi ini dipilih karena memperhatikan dinamika anak-anak yang sudah mulai beranjak dewasa dan penggunaan gadget sehari-hari. Materi kali ini disampaikan langsung oleh pakar pendamping anak yaitu Ustad Muhammad Asfani, S.Psi. Beliau adalah guru BK di Esluha yang tentunya sudah memahami betul karakter dan dinamika anak-anak Esluha. Sebelum materi dimulai, anak-anak sangat tertarik karena pembawaan dan penyampaian beliau yang mampu menarik perhatian anak-anak.

Anak-anak saat ini merupakan anak generasi Alpha atau disebut anak milenial, yaitu anak yang lahir antara tahun 2010 sampai 2020. Karakteristik dari anak generasi Alpha diantaranya menyukai tantangan, lebih realistis, dan cerdas. Akan tetapi, generasi Alpha juga memiliki kelemahan yaitu memiliki ketergantungan tinggi pada teknologi, suka yang instan, daya juang kurang, kurangnya keterampilan dalam bersosial, dan berharap kehidupan di luar sesuai dengan yang mereka inginkan. Melihat ketergantungan yang tinggi dalam penggunaan gadget, maka akan berdampak pada fisik, psikologis, dan sosial.

Dengan dipaparkan kelebihan, kekurangan dan dampak yang dihasilkan dari kecenderengan dalam penggunaan gadget, kami mencoba untuk mengarahkan anak-anak untuk lebih bijak dalam memanfaatkan gadget. Mengarahkan kepada anak-anak untuk menjalin komunikasi social dengan teman, dan lingkungannya lebih baik lagi agar dapat menghindari permasalahan-permasalahan yang saat ini tengah dialami oleh para remaja seperti bullying dan ketergantungan pada gadget. Anak-anak diajak menjalin kerjasama dengan teman-guru dan orang tua dalam belajar yang memerlukan gadget. Dengan adanya materi ini, maka selaras dengan aturan sekolah bahwa anak-anak tidak diperkenankan membawa alat komunikasi ke sekolah. Selain itu, saat di rumah juga diharapkan anak-anak dapat memanfaatkan gadget dengan secukupnya dan dalam pengawasan orang tua. Dengan begitu, besar harapannya masalah seperti kecanduan gadget dapat dikurangi dan anak-anak lebih pandai dalam bersosial dengan lingkungannya.

Selesai penyampaian materi, anak-anak diberikan waktu 30 menit untuk bermain sebelum istirahat malam. Akan tetapi, karena pada malam itu turun hujan yang lebat, maka anak-anak lebih memilih untuk beristirahat di ruang kelas masing-masing sembari istirahat. Kemudian tepat pukul 03.00 anak-anak bangun untuk melaksanakan sholat malam, dilanjut sholat subuh berjamaah, membaca Al Ma’tsurat. Setelah kegiatan selesai dan ditutup di masjid, anak-anak kembali ke kelas untuk beres-berres dan menunggu jemputan. (FMS)