Yogyakarta – Kebahagiaan dan tawa ceria mewarnai kegiatan Family Gathering kelas III SDIT Luqman Al Hakim Yogyakarta yang berlangsung pada Sabtu, 13 Juni 2026. Mengusung tema petualangan alam dan kebersamaan, acara yang diselenggarakan di kawasan wisata Dolan Deso Boro, Kulon Progo ini berhasil menyatukan para siswa, orang tua, dan guru dalam suasana penuh kehangatan serta nilai-nilai ukhuwah Islamiyah.
Perjalanan dimulai sejak pagi hari. Semangat para peserta sudah tampak membuncah sejak berada di dalam bus perjalanan. Lantunan doa, canda tawa, dan obrolan ringan antar keluarga mencairkan suasana, menjadi pembuka yang manis sebelum memasuki rangkaian petualangan utama.
Sesampainya di Dolan Deso, hamparan hijau pemandangan desa dan udara segar langsung menyambut rombongan. Kegiatan diawali dengan sesi pembukaan dan foto bersama seluruh keluarga besar kelas III. Banner besar bertuliskan dokumentasi kebersamaan terpajang gagah, mengabadikan senyum kompak dari anak-anak maupun para orang tua yang hadir mengenakan pakaian senada.
Rangkaian acara dirancang tidak hanya untuk rekreasi, melainkan juga berfokus pada pendidikan karakter, kemandirian anak, serta kedekatan emosional antara anak dan orang tua. Salah satu momen paling seru sekaligus menguji kekompakan adalah aneka fun game serta lomba ketangkasan yang diikuti oleh para ibunda. Dengan penuh semangat dan tawa, para wali murid saling bekerja sama menyelesaikan tantangan estafet, membuktikan bahwa kekompakan tidak hanya milik anak-anak, tetapi juga para orang tua dalam mendukung lingkungan belajar yang positif.
Adrenalin dan keberanian para siswa kemudian diuji lewat berbagai wahana petualangan alam. Mulai dari melintasi jembatan tali di atas sungai, hingga aktivitas susur kali atau tubing menggunakan ban besar. Mengikuti aliran air yang jernih, anak-anak belajar mengontrol rasa takut, membangun rasa percaya diri, dan mensyukuri keindahan alam ciptaan Allah SWT.
Tidak kalah menarik, nilai edukasi berbasis budaya dan lingkungan turut disisipkan melalui kegiatan tradisional. Anak-anak diajak turun langsung ke area persawahan untuk belajar menanam padi menggunakan alat bajak sawah tradisional yang ditarik oleh kerbau. Berlumuran lumpur tidak membuat mereka surut, melainkan justru memicu rasa ingin tahu yang tinggi tentang bagaimana proses bahan pangan diusahakan. Di sudut lain, permainan tradisional egrang bambu dan ketangkasan menyusun balok warna-warni menjadi sarana efektif untuk melatih motorik sekaligus mengenalkan kembali warisan permainan lokal kepada generasi digital.
Koordinator Paralel 3 SDIT Luqman
Al Hakim menyampaikan bahwa agenda tahunan seperti ini sangat krusial dalam
membentuk ekosistem pendidikan yang harmonis. Menurutnya, sinergi antara
sekolah dan rumah adalah kunci utama kesuksesan mendidik generasi yang
berprestasi secara duniawi sekaligus kokoh dalam ukhrawi. Melalui kegiatan di
alam terbuka, anak-anak belajar bersyukur secara langsung atas nikmat sehat dan
alam yang membentang.
Acara kemudian ditutup selepas
tengah hari dengan makan siang bersama menu khas pedesaan, dilanjutkan dengan
pembagian kenang-kenangan dan doa bersama. Seluruh peserta mengekspresikan
kepuasan mereka atas penyelenggaraan acara yang berjalan tertib, aman, dan
sarat makna ini. Kebersamaan di Dolan Deso Boro ini diharapkan menumbuhkan
energi baru bagi para siswa untuk kembali beraktivitas di sekolah dengan
semangat solidaritas yang lebih tinggi. (Ratna)

