You are currently viewing PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5) KELAS II SDIT LUQMAN AL HAKIM, “AKU SUKA DOLANAN TRADISIONAL”

PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5) KELAS II SDIT LUQMAN AL HAKIM, “AKU SUKA DOLANAN TRADISIONAL”

YOGYAKARTA – Jumat, 25 April 2025 diadakan Gelar Karya P5 Kelas II SDIT Luqman Al Hakim Yogyakarta tepatnya di Ruang Indoor Atas sekitar pukul 10.00-11.15 WIB. Kegiatan ini merupakan puncak acara Pembelajaran P5 atau Projek Penguatan Profil Pelajaran Pancasila yang masih rangkaian dari agenda pembelajaran pada hari Senin, 21 April 2025 dan selesai di hari Jumat, 25 April 2025.
Pembelajaran P5 atau Projek Penguatan Profil Pelajaran Pancasila kali ini mengambil tema Kearifan Lokal dengan topik Aku Suka Dolanan Tradisional. Siswa siswi Kelas II diajak untuk mengenal lebih dekat berbagai dolanan tradisional yang saat ini sudah mulai pudar karena terkalahkan dengan adanya permainan di gawai yang dirasa lebih menarik. Dolanan tradisional yang dipelajari dan dipraktikkan siswa siswi Kelas II dengan bermain bersama diantaranya cublak-cublak suweng, gobag sodor, bekelan, engklek, lumpatan, egrang bathok, dan bakiak/theklek. Selain itu, siswa juga diajak untuk praktik membuat kitiran (kincir angin dari kertas) dan memainkannya bersama di halaman sekolah.


Setelah para siswa dikenalkan dan diajak untuk bermain bersama, tak disangka ternyata mereka sangat antusias untuk mempraktikkan dolanan tradisional tersebut.
Wah seru sekali, ayo kapan kita main cublak-cublak suweng lagi kata salah satu peserta didik ketika waktu bermain sudah habis.
Ust, apakah boleh main egrang lagi?, ujar anak yang lainnya dan masih banyak lagi komentar anak-anak menandakan betapa bahagianya mereka bisa bermain dolanan tradisional yang ternyata tidak kalah serunya dengan permainan (game) di gawai.
Untuk mengasah jiwa kompetisi para siswa siswi Kelas II, maka pada hari terakhir pelaksanaan P5 ini diadakanlah lomba bakiak dan egrang bathok antar kelas. Semua anak nampak bergembira mengikuti lomba dengan sangat antusias. Lomba bakiak diselenggarakan secara estafet dengan masing-masing kelas 10 siswa dan lomba bakiak dengan masing-masing kelas 1 kelompok terdiri dari 4 siswa. Sedangkan pada perlombaan egrang bathok dimenangkan oleh kelas II A sebagai juara ke-1 disusul kelas II B dan II C, sedangkan lomba bakiak dimenangkan oleh kelas II B sebagai juara ke-1 disusul kelas II A dan II C.
Semua siswa siswi Kelas II sangat bergembira dan puas karena bisa merasakan senangnya bermain dolanan tradisional di masa kanak-kanak mereka. Mari kita lestarikan dolanan tradisional Indonesia untuk mengenalkan pada generasi penerus kita. (RS)