YOGYAKARTA – SDIT Luqman Al Hakim memiliki salah satu ekstrakurikuler pilihan yang digemari siswa siswinya, yaitu ekstrakurikuler pesantren tahfidz. Dalam agenda ekstrakurikuler ini para siswa atau santri yang sudah mendaftarkan dirinya akan mengikuti berbagai kegiatan rutin seperti Halaqah Qur’an, Mabit, dan Qur’an Camp. Pembukaan santri baru ekstrakurikuler pesantren tahfidz biasanya disampaikan setiap awal semester.

Awal semester I di tahun pelajaran 2024/2025 ini, ekstrakurikuler pesantren tahfidz mengadakan acara bernama ”Stadium General”. Kegiatan ini berlangsung pada hari Senin, 5 Agustus 2024 di Ruang Indoor Atas SDIT Luqman Al Hakim dan dimulai sekitar pukul 15.30-17.00 WIB. Peserta yang mengikuti Stadium General kali ini dikhususkan untuk orangtua wali santri ekstrakurikuler pesantren tahfidz saja.
Acara stadium general diawali dengan membaca basmalah bersama-sama, kemudian tilawah dari perwakilan siswa ekstrakurikuler pesantren tahfidz. Disusul sambutan dari Ustadz Eko Yulianto, S.Pd.I. selaku wakil kepala sekolah bidang kesiswaan. Beliau menyampaikan bahwa beberapa siswa kelas bawah yang mulai tertarik menambah hafalan Al Qur’annya dengan mengikuti ekstrakurikuler pesantren tahfidz, oleh karena itu orangtua diminta senantiasa mengawal dan mendukung. Selain itu ada alumni SDIT Luqman Al Hakim Yogyakarta yang sudah berhasil menyelesaikan hafalan 30 Juz Al Qur’annya, yaitu Mas Taqy, dimana harapannya dapat menjadi motivasi santri pesantren tahfidz lainnya.

Dalam kegiatan stadium general ini, pemaparan materi inti disampaikan oleh Ustadz H. Muhammad Sholihuddin, M.A., Al Hafidz dengan tema ”Optimalisasi Investasi Generasi Qur’ani”. Beberapa hal penting yang disampaikan Ustadz Sholihuddin diantaranya, ”Berkompetisilah bersama anak dalam menghafal Al Qur’an, saling menyimak bacaan dan hafalan Al Qur’an bersama anak. Selain itu menghafal Al Qur’an adalah proses pembiasaan, maka tanamkan cinta Al Qur’an kepada anak agar mereka mempunyai alasan mengapa mereka harus menghafal Al Qur’an”.
Setelah pemaparan materi inti dari Ustadz Sholihuddin, disampaikan juga informasi terkait esktrakurikuler pesantren tahfidz oleh koordinator ekstrakurikuler pesantren tahfidz, Ustadzah Elise, S.Pd.I.

Orangtua wali murid santri esktrakurikuler pesantren tahfidz terlihat antusias dan bersemangat dalam menerima dan mendengarkan materi yang disampaikan dari Ustadz Sholihuddin maupun Ustadzah Elise. Beberapa orangtua wali murid juga aktif bertanya saat sesi tanya jawab jika ada hal-hal yang masih kurang bisa dipahami.

”Pertahankan keistiqomahan anak-anak dalam menghafal Al Qur’an, setelah lulus dari SDIT Luqman Al Hakim harapannya anak-anak tetap melanjutkan hafalan Al Qur’annya meskipun sudah tidak di pesantren tahfidz. Jadikan menghafal Al Qur’an sebagai jalan menuju puncak kebahagiaan dalam kehidupan”, pesan dari Ustadz Sholihuddin. (FAS)

