
Kegiatan Program Penguatan Profil Pelajar Pancasila atau yang biasa disingkat dengan sebutan P5 merupakan program Kurikulum Merdeka yang sudah rutin diadakan oleh SDIT Luqman Al Hakim Yogyakarta setiap satu semester sekali. Pada semester genap kali ini kegiatan P5 di kelas 5 mengusung tema “Makanan Sehat untuk Generasi Indonesia Hebat.” Serangkaian kegiatan ini dilaksanakan selama kurang lebih dua pekan mulai hari Senin, 14 April 2025 hingga Kamis, 24 April 2025.
Pembelajaran berupa teori dan praktek ini diharapkan dapat menambah pengalaman belajar siswa siswi kelas V menjadi lebih bermakna. Pada pekan pertama, siswa belajar tentang fenomena makanan sehat dan tidak sehat. Mereka belajar mengenai kandungan pada makanan yang membuat makanan tersebut menjadi tidak sehat seperti adanya tambahan pengawet, pewarna buatan, dan lain sebagainya. Selain itu dikenalkan pula tentang makanan yang halal thoyyib dan makanan yang haram. Tak hanya mempelajari makanan sehat, seluruh siswa juga diberikan materi tentang bagaimana cara menjaga pola hidup yang sehat.
Kegiatan berikutnya yaitu identifikasi bekal sehat. Seluruh siswa kelas V mendapatkan tugas untuk membawa bekal sehat masing-masing kemudian belajar mengidentifikasi kandungan apa saja yang terdapat dalam bekal yang telah dibawa seperti karbohidrat, protein, vitamin, dan lain sebagainya. Dilanjutkan dengan masing-masing kelompok diminta mempresentasikan hasil dari identifikasi yang sudah dilakukan sebelumnya.
Di hari berikutnya siswa diberikan tugas untuk membuat poster digital dan manual secara berkelompok dengan tema “Makanan Sehat.” Mereka belajar membuat poster dengan menggunakan aplikasi Canva. Kemudian dalam satu kelompok dibagi tugas, ada yang membuat poster digital dengan Canva dan ada yang membuat poster secara manual dengan kertas ukuran A3. Selain membuat poster, mereka juga membuat dua desain stiker dengan tema yang sama. Nantinya poster dan stiker ini akan digunakan sebagai media ketika mempresentasikan materi mengenai makanan sehat yang telah dipelajari.
Pada pekan kedua dari kegiatan P5 ini, siswa siswi kelas V dipersilahkan untuk mempresentasikan materi makanan sehat yang telah mereka desain dalam bentuk poster digital dan manual kepada adik kelasnya. Di paralel kelas V sendiri terdapat 14 kelompok dimana masing-masing kelompok ditugaskan untuk presentasi di dalam satu kelas yang berbeda mulai dari kelas 1 hingga kelas 4. Meskipun awalnya mereka malu-malu namun seiring berjalannya waktu mereka bisa mulai enjoy berbicara di depan adik-adik kelas.
Adik-adik kelas dari kelas I sampai IV sangat antusias menyimak materi yang dipaparkan oleh kakak kelas V nya, terlebih ketika sesi kuis karena akan ada hadiah kecil bagi adik kelasnya yang bisa menjawab pertanyaan. Selain itu, adik-adik kelas juga sangat senang ketika mendapat stiker yang dibagikan oleh siswa siswi kelas V seusai presentasi. Kegiatan ini diharapkan bisa menumbuhkan karakter percaya diri pada siswa dan melatih skill public speakingnya.
Keesokan harinya diisi dengan kegiatan Undang Tokoh. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa, 22 April 2025 mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WIB dan bertempat di Aula Gedung Utara SDIT Luqman Al Hakim Yogyakarta. Undang Tokoh kali ini diisi oleh Ibu Yusmiyati, S.Gz., RD, M.P.H. Beliau merupakan Ahli Gizi di Rumah Sakit Akademik UGM.
Materi yang dipaparkan oleh Ibu Yusmiyati adalah mengenai makanan sehat beserta contohnya dan penjelasan tentang kandungan gizi dalam suatu bahan makanan beserta fungsi kandungan tersebut bagi kesehatan tubuh. Setelah mendapat materi tentang makanan sehat, para siswa diajak untuk praktek langsung membuat salah satu contoh makanan sehat sederhana yaitu salad sayur. Tentu saja mereka sangat antusias dalam kegiatan ini terlebih ketika di akhir sesi mereka dipersilahkan untuk menikmati salad sayur yang telah dibuat bersama dalam satu kelompok.
Di hari terakhir rangkaian kegiatan P5, para siswa diminta mengisi angket yang telah disusun oleh ustadz dan ustadzah kelas V. Angket ini secara garis besar berisi beberapa pertanyaan terkait dengan kesehatan jiwa atau mental. Hasil angket yang telah diisi oleh siswa selanjutnya diolah oleh ustadz dan ustadzah untuk mengetahui kondisi kesehatan mental dari masing-masing siswa. Pada kegiatan ini juga diisi pula dengan pemaparan materi sharing atau konseling mengenai permasalahan atau kondisi kesehatan jiwa masing-masing siswa. Akhirnya melalui serangkaian kegiatan P5 ini diharapkan setiap siswa mendapatkan pengalaman belajar yang berharga dan dapat lebih seimbang dalam menjaga kesehatan jiwa maupun raganya. (RU)

