Yogyakarta, Ahad 25 Mei 2025 — Suasana penuh kehangatan dan semangat kebersamaan menyelimuti pelaksanaan kegiatan Pertemuan Orang Tua Murid dan Guru (POMG) yang dipadukan dengan proyek P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) di SDIT Luqman Al Hakim Yogyakarta, khususnya untuk siswa kelas 1.

Bertempat di Masjid Al Hakim dan Aula SDIT Luqman Al Hakim, kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang penyampaian informasi sekolah, tetapi juga momentum berharga untuk menyamakan visi dan misi pendidikan antara sekolah dan orang tua.
Kegiatan POMG ini menjadi momen penutup pertemuan orang tua dan guru selama tahun ajaran kelas 1. Dalam kesempatan ini, Ustadzah Wiwik Agustinawati selaku Koordinator Pararel Kelas 1 menyampaikan berbagai informasi penting terkait program sekolah ke depan. Selanjutnya, para peserta diajak langsung mengikuti kegiatan P5 bertema “Ecopounding”, yang dipandu oleh Ustadzah Eram Kusuma Kartika, S.S, S.Pd. SD bersama seluruh tim guru kelas 1.
Ecopounding: Kreativitas, Kolaborasi, dan Cinta Lingkungan

P5 kali ini mengusung tema kolaboratif antara anak dan orang tua melalui kegiatan Ecopounding—sebuah aktivitas seni memanfaatkan warna alami dari daun dan tumbuhan dengan teknik menekan dan memukul daun di atas kain putih, sehingga membentuk pola dan warna yang indah.
Anak dan orang tua bersama-sama belajar mengenal jenis daun, memahami warna alami tumbuhan, dan mempraktikkan proses ecopounding dengan penuh antusias. Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran tentang pentingnya cinta lingkungan, gotong royong, serta mempererat ikatan emosional antara anak dan orang tua.
“Seru, ramai, dan sangat berkesan! Tidak seperti POMG biasanya yang hanya duduk dan mendengarkan. Kali ini terasa seperti family gathering yang penuh kehangatan,” ungkap Bunda Zora, salah satu orang tua siswa yang hadir.
Melalui kegiatan ini, SDIT Luqman Al Hakim Yogyakarta berkomitmen untuk terus menghadirkan ruang kolaborasi antara guru dan orang tua sebagai mitra strategis dalam mendidik generasi yang unggul, berakhlak, dan mencintai lingkungannya.
“Alhamdulillah, orang tua paham, anak senang karena mereka terlibat dalam kegiatan menyenangkan. Semoga sinergi ini terus berlanjut untuk masa depan anak-anak kita,” tutur salah satu guru dengan penuh haru.
Kegiatan ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan wujud nyata dari pendidikan berbasis kolaborasi dan nilai-nilai kehidupan. Semoga langkah kecil ini menjadi awal dari perjalanan besar dalam meraih ridha Ilahi

