You are currently viewing Orang Tua Didorong Bangun Ketangguhan Anak Lewat Parenting AQ di SDIT Luqman Al Hakim Yogyakarta

Orang Tua Didorong Bangun Ketangguhan Anak Lewat Parenting AQ di SDIT Luqman Al Hakim Yogyakarta

Yogyakarta, Sabtu 31 Mei 2025 — Suasana keakraban dan semangat belajar memenuhi aula SDIT Luqman Al Hakim Yogyakarta saat para orang tua siswa kelas V mengikuti kegiatan Pertemuan Komite dan Parenting Paralel. Acara ini digelar oleh tim guru kelas V sebagai bentuk sinergi antara sekolah dan keluarga dalam mendukung perkembangan anak.

Kegiatan parenting kali ini mengangkat tema Adversity Quotient (AQ) atau Kecerdasan Menghadapi Kesulitan, yang sangat relevan dengan tantangan pendidikan masa kini. Hadir sebagai narasumber, Ustadz Drs. H. Basuki Abdurrahman, M.Si., yang menyampaikan materi dengan gaya yang hangat dan membangun kesadaran para orang tua.

Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa masalah dalam kehidupan sering muncul karena adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Namun, beliau mengingatkan bahwa semua permasalahan sejatinya memiliki jawaban, hanya saja Allah SWT tidak selalu memberikannya secara instan—sebagai bagian dari proses pembelajaran hidup.

“Setiap anak sudah dibekali potensi oleh Allah untuk menyelesaikan masalahnya. Tugas kita adalah membangun keyakinan itu dan membantu mereka menemukan kekuatannya,” ungkap Ustadz Basuki.

Beliau juga menyoroti pentingnya pendidikan karakter dan kejujuran dalam proses belajar anak. Menurutnya, orang tua tidak perlu terpaku pada pencapaian rangking semata. Setiap anak memiliki kecerdasan yang unik—ada yang unggul dalam akademik, ada pula yang menonjol dalam hafalan Al-Qur’an atau keterampilan lainnya.

Ustadz Basuki mengaitkan tema parenting ini dengan Surat Ali Imran ayat 164, yang menjelaskan strategi pendidikan Rasulullah SAW: membacakan ayat, menyucikan jiwa, dan mengajarkan hikmah. Pendekatan ini bisa diterapkan oleh orang tua dalam mendidik anak, yakni dengan cara menyampaikan nilai-nilai, mendampingi anak secara emosional, dan menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari.

Adapun Adversity Quotient (AQ) dijelaskan sebagai kemampuan seseorang dalam menghadapi, bertahan, dan bangkit dari kesulitan. AQ terdiri dari empat komponen penting:

  • Control (mengendalikan situasi),
  • Ownership (mengambil tanggung jawab),
  • Reach (membatasi dampak masalah), dan
  • Endurance (daya tahan menghadapi tekanan).

“Anak yang memiliki AQ tinggi akan lebih siap menghadapi tekanan hidup, tidak mudah menyerah, dan mampu bangkit saat mengalami kegagalan,” terang beliau.

Untuk membangun ketangguhan tersebut, Ustadz Basuki mengajak orang tua untuk:
✔ Mendidik dengan sabar dan penuh kasih sayang,

✔Mengajarkan keterampilan pemecahan masalah (problem solving),
✔ Memberikan ruang agar anak belajar mandiri.

Kegiatan parenting ini menjadi momen penting bagi sekolah dan wali murid untuk bersinergi dalam mencetak generasi yang bukan hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara mental dan spiritual. Dengan semangat bersama, SDIT Luqman Al Hakim Yogyakarta berkomitmen membentuk pribadi anak yang tangguh, percaya diri, dan siap menghadapi tantangan zaman.