Yogyakarta, 13 Juni 2025 — SDIT Luqman Al Hakim Yogyakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam menanamkan kepedulian lingkungan kepada para peserta didik. Melalui agenda Porsenitas untuk kelas I hingga III, sekolah mengadakan Workshop Kreativitas Pengelolaan Sampah Plastik, dengan fokus pada praktik pembuatan ecobrick. Kegiatan ini berlangsung pada hari Jumat, 13 Juni 2025, pukul 07.30–09.00 WIB di ruang indoor atas SDIT Luqman Al Hakim.

Workshop ini menghadirkan narasumber Bu Any Latifah, S.Pd., M.Sc, dari DPW HPAI Kota Yogyakarta. Dalam penyampaiannya, Bu Any menjelaskan secara lugas dan interaktif mengenai bahaya sampah plastik yang tidak dikelola dengan baik. Ia mengajak siswa untuk lebih peduli terhadap lingkungan dengan mengenal jenis-jenis sampah seperti organik, anorganik, dan residu, serta pentingnya gerakan 3R: Reduce, Reuse, dan Recycle.
Tidak hanya mendengarkan materi, para siswa juga diajak bermain permainan susun kata. Permainan ini berisi tantangan menyusun kata seperti “REDUCE”, “ORGANIK”, dan “ECOBRICK” dari huruf-huruf acak. Kegiatan ini dirancang agar siswa dapat memahami konsep pengelolaan sampah dengan cara menyenangkan dan sesuai dengan usia mereka.

Puncak acara adalah sesi praktik pembuatan ecobrick. Setiap siswa membawa botol plastik bekas ukuran 1,5 liter, dua lembar plastik kemasan bekas (seperti snack, kopi, atau detergen), serta plastik kresek warna-warni. Bahan-bahan tersebut kemudian diisi padat ke dalam botol, membentuk ecobrick yang bisa digunakan sebagai bahan bangunan ramah lingkungan.
Kegiatan ini tidak hanya menambah pengetahuan siswa, tetapi juga melatih keterampilan motorik, kerja sama, dan kreativitas. Sebelumnya, seluruh siswa mengikuti dzikir pagi dan sholat dhuha sebagai bagian dari rutinitas pembentukan karakter Islami di sekolah.

Seluruh siswa hadir dengan mengenakan seragam kaos paralel, dan menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung. Pihak sekolah berharap, melalui kegiatan seperti ini, para siswa tidak hanya menjadi pribadi yang cerdas secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia dan peduli terhadap lingkungan.
“Sampah bisa menjadi berkah jika dikelola dengan baik, tetapi bisa menjadi bencana jika diabaikan,” demikian pesan utama dari narasumber yang diingat dan dicatat oleh guru pendamping sebagai bagian dari refleksi kegiatan.
Dengan kegiatan ini, SDIT Luqman Al Hakim menegaskan bahwa pendidikan lingkungan bukan sekadar teori, tetapi harus ditanamkan sejak dini melalui pengalaman nyata yang menyenangkan dan berdampak positif.

