Blue Arrow Strategy
by Ery Masruri
Makna Syawal adalah naik, meningkat atau peningkatan.
Bulan Syawal adalah bulan dimana umat Islam mengalami peningkatan baik kwantitatif maupun kwalitatif utama nya dalam ibadahnya. Hal ini logis, karena Sebelumnya, satu bulan penuh di bulan Ramadhan Alloh SWT telah buatkan program spesial untuk mereset jiwa hambaNya, hingga kembali menjadi ahsanutaqwim dan mencapai puncak kemuliaan yakni Mutaqin. Bahkan diakhir program disiapkan Door price LaiilatulQodr, kwantum kemuliaan hingga seribu bulan alias 60.000 lompatan. Maka patutlah jika di hari pertama bulan syawal, umat Islam merayakan kemenangan. ‘Idul Fitri, hari kembali dalam keaslian jiwa. Karena umat Islam telah berhasil menundukkan musuh utamanya yakni hawa nafsu yang mengotori jiwa dan kembali pada fitrah kemulliaanya.
Kemuliaan Individu, dengan tugas sebagai hamba Alloh (bekerja untuk Alloh) dan sebagai kholifah fil ardi (pelaksana tekhnis misi penjagaan Alloh SWT di muka bumi). Serta Kemuliaan Sosial sebagai Khoiru Ummah, yang menghidupkan amaf ma’ruf nahi mungkar. Saling suport dalam kebaikan dan menjaga munculnya keburukan. Semuanya dilakukan tidak dalam transaksi sempit duniawi pribadi, tapi demi kebaikan akherat yang meniadakan skat derajat, dan adat; menasional dan global.
Kwantum Kemuliaan
Bayangkan..betapa indahnya Indonesia dalam Fitrah. Presidennya, DPRnya, Pejabatnya, Gurunya, tentaranya, polisinya, Jaksa, hakimnya mayoritas muslim. Rakyatnya; Saudagarnya, petaninya, buruhnya mayoritas muslim. Semua telah menyadari kesalahannya, bertaubat untuk tidak mengulanginya dan dikambalikan Alloh ke dalam derajat kemuliaanya, karena Ramadhan yang dijalaninya.Tidak ada lagi orang yang pesimis menatap masa depan Indonesia. Semua bergerak dan menggerakkan perubahan besar menuju kehidupan mulia; yang adil,rukun,peduli, aman sentausa.Dengan potensi baru lompatan besar..60.000 langkah kebaikan. Kwantum yang janjikan..Lailatul Qodar!
Berbenah.
Sekarang, setelah beberpa hari kita lewati ‘Idul Fitri, masihkah nilai nilai kemuliaan melekat pada jiwa kita dan Masyarakat Indonesia tercinta ?Jika terasa sudah mulai memudar dan bahkan muncul paradoksnya: kesombobongan, ketidak pedulian, kemarahan, kecurangan dan banyak lagi kemaksiatan, mari kita segera berbenah. Mulai dari diri dan keluarga kita, dan lingkungan yang menjadi wilayah kekuasaan kita. Bismillah kita bisa!.
Purworejo, 3 April 2025.

