YOGYAKARTA – Awal semester II tahun 2025, Paralel Kelas VI mengadakan mabit (Malam Bina Iman dan Taqwa) kembali. Sabtu-Ahad, 25-26 Januari 2025 setelah pelaksanaan program BISA, mulai dari sore hari anak-anak bersama ustadz ustadzah tim kelas VI mengikuti kegiatan mabit di sekolah. Mabit kali ini merupakan mabit yang ke 3
sekaligus mabit terakhir untuk angkatan XXV.

Adapun rangkaian acara mabit kelas VI sebagai berikut: pertama, pembacaan al Ma’tsurat dzikir petang, review materi tahsin, dan makan malam bersama. Kedua, kegiatan di malam hari antara lain sholat maghrib, pengarahan kegiatan inti, tilawah mandiri, dilanjutkan sholat isya’ berjamaah. Ketiga, kegiatan inti dengan materi dari pembicara dan istirahat malamhingga pukul 03.30 dini hari anak-anak dibangunkan untuk melaksanakan sholat qiyamul lail
dan sholat subuh berjamaah, dilanjutkan pembacaan al ma’tsurat dzikir pagi, sarapan bersama dan persiapan pulang ke rumah masing-masing.

Pada kegiatan mabit yang terakhir ini, paralel kelas VI ingin memberikan kesan kebersamaan yang melekat dalam ingatan anak-anak melalui kegiatan malam keakraban yaitu masak-masak bersama atau barbeque party. Sebelumnya anak-anak sudah dibagi menjadi beberapa kelompok, dimana setiap kelompok diminta untuk berdiskusi dan menyiapkan keperluan kelompok serta rencana menu makanan yang akan mereka masak nantinya.
Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga semangat dan kebahagiaan siswa kelas VI meskipun di depan mata sudah banyak ditunggu oleh jadwal ujian mulai dari ujian TPM/APP, ujian tahsin Al Qur’an, maupun agenda rutin kelas VI yakni 3 hari dalam seminggu harus hadir kesekolah pada pukul 06.00 untuk mengikuti program Bimbingan Fajar (BIAR). Harapannya dengan ikhitar maksimal baik melalui program BIAR dan Bimbingan Sabtu (BISA) khusus untuk siswa kelas VI dapat membantu mempertajam ingatan siswa dan mengulang kembali materi pelajaran selama di kelas sehingga anak-anak lebih paham dengan materi yang diujikan dan siap menghadapi ASPD kelas VI.
Mabit juga menjadi salah satu ikhtiar untuk memohon pertolongan kepada Allah SWT. Karena dalam program mabit, anak-anak diajak untuk mengerahkan semua anggota badan untuk maksimal dalam beribadah memohon pertolongan dan berserah diri kepada Allah SWT atas usaha yang telah dilakukan, yaitu dengan cara bangun di sepertiga malam dan sholat qiyamul lail.

Saat kegiatan inti, anak-anak begitu bersemangat menyiapkan perlengkapan mereka. Berbagai macam menu masakan mereka buat dan nikmati bersama. Selain menyantap hasil masakan sendiri, mereka juga saling berbagi kepada kelompok lain, ustadz ustadzah dan bapak satpam yang berjaga pada malam itu. Kebahagiaan terpancar dari wajah siswa kelas VI saat menikmati makanan hasil masakan mereka sekaligus momen terakhir menginap bersama
teman-teman satu angkatan di sekolah sebagai siswa SD. Meskipun ada beberapa siswa yang tidak bisa ikut menginap di sekolah karena kondisi kesehatan yang kurang baik, dia tetap berusaha mengikuti kegiatan mabit dari sore sampai kegiatan inti di malam hari hingga pukul 21.30 WIB. Hal tersebut dilakukan karena tidak mau melewatkan momen-momen kebersamaan kali ini. Harapannya semoga kelak saat siswa kelas VI sudah lulus, mereka memiliki kenangan bahagia saat menjadi siswa Sekolah Dasar (SD) di SDIT Luqman Al Hakim Timoho Yogyakarta.
Penyampaian materi mabit merupakan kegiatan inti atau kegiatan terakhir. Setelah itu siswa kelas VI diharuskan istirahat tepat waktu agar saat waktunya sholat qiyamul lail bisa bangun tidur dan segar. Tepat pukul 03.30 WIB dini hari, anak-anak sudah mulai dibangunkan dan menuju ke masjid untuk sholat qiyamul lail dan sholat subuh berjamaah. Selesainya kegiatan pagi, siswa menghadiri penutupan mabit kelas VI terakhir di Masjid Al Hakim lantai 1.
(FMS)

