YOGYAKARTA – Kemah merupakan kegiatan kepramukaan yang dilakukan di lingkungan alam luar. Kegiatan ini bertujuan untuk membangun karakter kemandirian siswa, memberikan pengalaman hidup berdampingan bersama alam sekitar, membangun kerjasa antar kelompok, serta melatih kemampuan menghadapi rintangan hidup di alam luar.

Kegiatan kemah kali ini diikuti oleh siswa kelas VI yang disebut dengan Perkemahan Jumat – Sabtu (PERJUSA). Kemah dilakukan selama dua hari yang dimulai sejak tanggal 13-14 September 2024 berlokasi di Lor Sambi Jalan Kaliurang Pakem Sleman yang diikuti oleh siswa siswi kelas VI sejumlah 115 peserta dengan didampingi oleh ustadz ustadzah beserta tim kemah dan outbound dengan mengendarai bus.

Pada kegiatan kemah kali ini dilaksanakan beberapa kegiatan seperti mendirikan tenda, rapling (menuruni tebing dengan tali), api unggun, jurit malam, kepramukaan, dan beberapa lomba antar kelompok. Pastinya dengan tetap melaksanakan kegiatan yang sudah menjadi ciri khas Esluha yaitu al ma’tsurat pagi dan petang, sholat dhuha dan qiyamul lail. Kemah kali ini berbeda dengan sebelumnya, karena tenda yang dipakai menggunakan tenda dome atau berbentuk kubah. Tenda ini memiliki keunggulan mudah dibangun dan dipindah serta pastinya bersifat waterproof. Setelah mendirikan tenda, anak-anak melanjutkan kegiatan dengan sholat jum’at, sholat dzuhur untuk siswi putri dan makan siang. Setelah itu, dilanjutkan rapling oleh anak laki-laki. Rapling sendiri merupakan kegiatan menuruni tebing untuk melatih keberanian anak-anak. Kemudian di sore hari, kegiatan dilanjutkan dengan siswa memasak makanan untuk makan malam.

Di malam hari, setelah sholat maghrib dan isya’ siswa dikumpulkan bersama dengan kegiatan yel-yel tiap kelompok, dan menyalakan api unggun. Kemah kali ini tidak dilakukan pentas seni, akan tetapi siswa diminta istirahat lebih awal karena dini hari akan dibangunkan untuk mengikuti kegiatan jurit malam. Jurit malam merupakan aktifitas yang dilakukan guna untuk melatih mental, membangun sikap kepemimpinan, mengasah keberanian, serta melatih daya berfikir untuk memecahkan masalah secara cepat. Menjelang pagi, semua siswa bangun untuk melaksanakan qiyamul lail dan menunggu kumandang adzan subuh.

Kegiatan di hari sabtu, adalah full kepramukaan. Selain itu, semua siswi putri juga melakukan rapling seperti yang dilakukan siswa putra. Hal yang menarik adalah ketika para siswa siswi menuruni tebing banyak dari mereka merasa takut akan ketinggian, bahkan ada yang sampai menangis. Tetapi ternyata setelah berhasil sampai di bawah, mereka ketagihan dan ingin mencobanya sekali lagi karena seru.
Pada siang hari di hari Sabtu setelah selesai sholat dzuhur seluruh siswa siswi kembali memasak untuk makan siang dan mengumpulkan sampel makanan untuk dinilai oleh juri. Setelah itu, membereskan semua perlengkapan tenda dan bersiap pulang. Sebelum pulang, siswa siswi kelas VI melakukan sholat ashar berjama’ah dan kembali pulang ke sekolah naik bus yang sudah disiapkan. (FMS)

