You are currently viewing GELAR POMG KELAS V: TERUS BERSINERGI BERSAMA ORANG TUA

GELAR POMG KELAS V: TERUS BERSINERGI BERSAMA ORANG TUA

YOGYAKARTA – Tanggung jawab mendidik anak bukan hanya menjadi tugas guru di sekolah, tetapi harus bersinergi  bersama orang tua. Pernyataan tersebut menjadi salah satu alasan, diadakannya Pertemuan Orang Tua dan Guru (POMG) yang menjadi program rutin sekolah di setiap semesternya. Kegiatan ini menjadi sarana silaturahmi antara pihak sekolah, khususnya guru, dengan orang tua murid. Selain sebagai wadah komunikasi, POMG dimanfaatkan untuk memberikan informasi-informasi berkaitan dengan perkembangan siswa selama di sekolah.

POMG juga merupakan kesempatan penting bagi kita untuk saling berbagi informasi dan berkolaborasi dalam mendidik anak-anak. Diharapkan kerjasama yang baik ini dapat terus terjalin sehingga anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan berprestasi.

Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Luqman Al Hakim Yogyakarta mengadakan Pertemuan Orang Tua Murid dan Guru (POMG) Kelas V, pada hari Sabtu, 16 November 2024, pada pukul 08.30 – 11.00 WIB bertempat di Masjid Al Hakim, kompleks sekolah. Mulai pukul 08.00 WIB, para orang tua  murid sudah mulai berdatangan di komplek sekolah, hal ini mewujudkan komitmen dari orang tua sebagai bagian tanggung jawab dalam mendidik anak.

Setelah pembukaan dan pembacaan ayat suci oleh Mas Muhammad Hanif Adhinugraha, siswa kelas V, peraih juara II MHQ tingkat Kota Yogyakarta tahun 2024. Selanjutnya sambutan dari Kepala Sekolah SDIT Luqman Al Hakim Yogyakarta, Bapak Muh. Singgih Nugroho Cahyono, S.Ag. Dalam sambutannya beliau menyampaikan tentang kondisi kesehatan Ananda dalam sepekan terakhir.

Beberapa Ananda sedang mengalami gejala sakit, seperti demam, cacar air dan gondongan. Untuk itu, atas nama sekolah meminta kerja sama dari orang tua untuk mengawal dan memantau kesehatan Ananda. Salah satunya dengan memberikan suplemen dalam meningkatkan daya tahan tubuh Ananda.

Dalam beberapa hari kedepan, Ananda akan menghadapi SAS al-Qur’an dan Reguler pada awal Desember, untuk itu Ananda harus menjaga kesehatan dengan baik selain menjaga kebersihan lingkungan, ”pungkasnya. Hadir pada pertemuan tersebut, Bapak Umar  Hidayat, S.Ag., M.A., sebagai narasumber, yang menyampaikan tema, ”Menumbuhkan Rasa Tanggung Jawab dan Kemandirian untuk Generasi Muslim Masa Depan”. Salah satu alasan, yang menjadi tema tersebut adalah semakin hilangnya nilai tanggung jawab dan kemandirian dalam kehidupan sehari-hari, terlebih dalam memasuki era informasi yang begitu cepat.

Dengan mengambil dasar surat an Nisa’ ayat 9, umat Islam agar memiliki rasa takut, jika meninggalkan generasi mereka menjadi lemah dan khawatir terhadap kesejahteraan mereka. Dalam pemaparannya, Dosen dari Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta, Bapak Umar Hidayat, S.Ag., M.A., memberikan tips agar generasi Muslim memiliki tanggung jawab dan kemandirian. Diantaranya adalah menguatkan visi keluarga agar takut neraka, membangun kesadaran eksistensial bagi orang tua, guru sebagai sahabat anak, mengenalkan anak dengan berbagai peraturan, melatih dengan memberikan tugas sebagai pekerjaan awal, memberikan , membangun kepercayaan (trust) dan apresiasi anak, dan yang utama adalah nilai keteladanan dari orang tua atau guru.

Acara selanjutnya adalah penyampaian informasi kegiatan pembelajaran di Kelas V, disampaikan langsung oleh Koordinator Paralel Kelas V, Ustadzah Alfera Anis Nurcahyani, S.Pd. Seperti Imuniasasi Imunisasi Tetanus Difteri,  SAS al Qur’an dan Reguler serta ketuntasan materi di setiap mapelnya. Bagi Ananda yang belum mengikuti Sumatif Mapel, agar berkomunikasi aktif dengan guru Mapel termasuk melengkapi tugas-tugas yang belum lengkap.

Berkaitan dengan Pembelajaran al Qur’an, yang menjadi muatan kurikulum kekhasan di SDIT Luqman Al Hakim Yogyakarta, bagi Ananda yang akan mendaftarkan Parade Tasmi’ di akhir November 2024, segera menghubungi Ustadzah Elise Farida Hanoum, S.Pd.I. Perlu diketahui bahwa program Parade Tasmi’ ini diadakan disetiap bulan, untuk menjaga kualitas dari pembelajaran al Qur’an dan merupakan salah satu syarat mengikuti khatmil qur’an di kelas VI, jelas Ustadzah Elise. Acara ditutup dengan do’a dan selanjutnya bagi yang akan konsultasi dipersilahkan menemui wali kelas masing-masing, termasuk jika ada hal yang perlu dikomunikasikan. Sukses selalu buat ESLUHA dalam setiap programnya. (EY)