YOGYAKARTA – Program Mulia Parenting School (MPS) merupakan kegiatan sharing parenting antara orangtua wali siswa dengan ustadzah paralel kelas I. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin bulanan yang diadakan untuk kedua kalinya oleh paralel kelas I SDIT Luqman Al Hakim Yogyakarta pada akhir pekan bulan Agustus 2024. Tepatnya hari Sabtu, 24 Agustus 2024 yang bertempat di beberapa lokasi berbeda sesuai dengan kelasnya masing-masing.

Kelas 1A dan 1B bertempat di GOR Utara lantai 1 SDIT Luqman Al Hakim dengan pembicara Ustadz Muhammad Asfani, S.Psi. Sedangkan kelas 1C mengadakan kegiatan Mulia Parenting School (MPS) ini di rumah salah satu siswa yaitu rumah Bunda Nasya dengan pembicara Ustadz Muhammad Hermawan, S.Psi. Berbeda dengan kelas 1D yang memilih menggunakan kelasnya sendiri yaitu kelas 1D SDIT Luqman Al Hakim sebagai tempat diselenggarakannya program MPS ini dengan pembicara yang sama seperti kelas 1C yaitu Ustadz Muhammad Hermawan, S.Psi.
Tujuan dari program Mulia Parenting School (MPS) adalah untuk menyamakan visi dan misi sekolah dengan orangtua wali siswa kelas I agar dapat bersinergi dan berkelanjutan dalam mendidik putra putrinya yang bersekolah di SDIT Luqman Al Hakim Yogyakarta.
Kegiatan ini diselenggarakan rutin sebulan sekali, dimana pada MPS 2 Bulan Agustus ini bertemakan, “Aku dan Anakku” dalam tinjauan ilmu psikologi. Disampaikan oleh pemateri baik Ustadz Muhammad Asfani, S.Psi. maupun Ustadz Muhammad Hermawan, S.Psi. bahwa tidak dapat dipungkiri anak merupakan harapan orangtua, dimana anak merupakan qurota a’yun atau penyejuk hati bagi orangtuanya. Namun ada masa-masa dalam tumbuh kembang anak, dimana anak juga sebagai ujian kesabaran untuk orangtua. Maka hendaknya orangtua haruslah memliki kemampuan dalam menghadapi kemungkinan ini.
Ketika anak sedang dalam masa menjadi ujian untuk orangtuanya, maka yang harus dilakukan oleh oranttua pertama kali adalah dengan memperbanyak istighfar dan melakukan refleksi diri. Orangtua juga harus memahami bahwa masa-masa seperti ini tidaklah lama dan ini merupakan ujian yang wajar dari Allah untuk orangtuanya sebagai penguji kesabaran. Pembicara baik Ustadz Fani maupun Ustadz Wawan juga menjelaskan bahwa terdapat keterampilan dan ilmu untuk mendidik anak usia 3-7 tahun ala Rasulullah saw.
Disampaikan pula bahwa saat anak berusia 0-7 tahun, maka orangtua hendaknya memperlakukan anak layaknya seorang raja atau ratu yaitu dengan perhatian yang cukup, dan nasihat yang lembut serta contoh teladan yang baik serta diimbangi dengan rasa sabar dan syukur yang memadai. Sedangkan pada masa anak berusia 8-14 tahun, perlakukanlah anak selayaknya seorang tentara. Berbeda lagi ketika anak sudah memasuki usia 15-21 tahun, perlakukanlah ia seperti seorang sahabat.
“Alhamdulillah orangtua paham dan anak-anak senang karena mereka ada kegiatan bersama teman-temannya yang menyenangkan seperti ini,” ujar salah satu orangtua wali siswa kelas IA saat diwawancarai ketika acara MPS 2 berlangsung.
Pada sesi materi, disampaikan juga tips mendidik ala Rasulullah antara lain, (1) Keteladanan yang baik, (2) Pembiasaan yang baik, (3) Berikan nasihat yang lembut, (4) Pantau perkembangannya secara berkala dan evaluasi, dan (5) Berikan hukuman atau konsekuensi jika anak tidak mematuhi aturan yang telah disepakati bersama.
Selain itu dikarenakan Mulai Parenting School (MPS) 2 kali ini difokuskan untuk paralel kelas I dimana termasuk dalam kelas bawah, maka dijelaskan juga ciri-ciri yang perlu dipahami oleh orangtua wali siswa yang anaknya ada di kelas bawah, antara lain, (1) Masa adaptasi dan peralihan, (2) Egosentris, (3) Kalau tugas belum selesai berarti dianggap oleh anak sesuatu yang kurang penting atau tidak prioritas, (4) Anak seringkali meremehkan temannya, dan (5) Anak terpacu ingin lebih dari temannya.

“Terimakasih ustadzah, ayah bunda yang telah hadir dan membersamai kegiatan MPS 2 ini. Kami dari kelompok 1 kelas 1C memohon maaf apabila ada yang kurang berkenan dalam penyediaan fasilitas dan sarana prasarana pendukungnya. Bismillah semoga acara ini bisa memperkuat tali silaturrahim orangtua wali siswa kelas IC,” ungkap salah satu orangtua wali siswa dari kelas IC.
Kegiatan Mulia Parenting School (MPS) 2 kali ini berlangsung lancar dan orangtua wali siswa nampak antusias saat mengikuti sesi materi yang dijelaskan oleh pemateri dengan latar belakang ilmu psikologi ini. Alhamdulillah, banyak sekali orangtua wali siswa yang hadir dan membersamai kegiatan MPS 2 ini. Semoga kegiatan MPS ini bisa rutin diselenggarakan untuk meningkatkan kesamaan visi misi antara sekolah dan orangtua siswa dalam mendidik anak-anaknya. (FAS)

